
Jawa Pos Radar Pacitan – Ruang fiskal Pemkab Pacitan tahun depan semakin sempit. Alokasi transfer ke daerah (TKD) pada 2027 turun sekitar Rp 95 miliar dibandingkan tahun ini. Dari sebelumnya Rp 1,197 triliun menjadi Rp 1,102 triliun. Pemkab pun berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) untuk mengimbangi berkurangnya dana transfer pemerintah pusat.
Penurunan sekitar 7,9 persen tersebut menjadi tantangan dalam penyusunan anggaran pembangunan 2027. Terlebih, pemkab masih harus membiayai sejumlah program prioritas di tengah keterbatasan anggaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan Heru Wiwoho mengatakan, pembangunan infrastruktur dan penanganan kemiskinan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Kedua sektor tersebut sejalan dengan visi dan misi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.
“Ya, infrastruktur. Kemiskinan dan infrastruktur itu sesuai visi-misi Pak Bupati,” ujarnya Jumat (16/10).
Menurut Heru, penurunan TKD menuntut pemerintah daerah lebih cermat dalam menentukan prioritas belanja. Program pembangunan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan agar kebutuhan mendasar masyarakat tetap mendapat perhatian.
Salah satu langkah yang akan diupayakan adalah meningkatkan penerimaan daerah dari sumber PAD. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat kapasitas fiskal di tengah berkurangnya transfer dari pemerintah pusat.
‘’Terkait itu (penurunan TKD tahun depan) Kami upayakan menaikan PAD (pendapatan asli daerah),” tandasnya. (hyo/den)



