Lokasi pembangunan pelabuhan barang dan niaga tersebut sempat ditinjau oleh tim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Regional Jatim, Minggu (11/12).
Kabid Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Pacitan Abdul Malik Gusmida mengatakan, sejauh mana progres pembangunan pelabuhan di Teluk Magelon, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan itu sempat dipaparkan dihadapan para anggota tim. ‘’Setelah paparan kemudian dilanjutkan peninjauan ke lokasi,’’ katanya.
Saat di tempat pembangunan pelabuhan tersebut, tim dari Bappenas Jatim sempat menanyakan soal penentuan lokasi (penlok).
Mereka juga menyinggung perihal pembagian pekerjaan antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Pemprov Jatim serta Pemkab Pacitan ketika pelabuhan itu kelak dibangun.
‘’Hanya sebatas evaluasi sebenarnya, mana saja yang belum klir. Pemkab sudah (pembebasan dan penyediaan lahan) tinggal pemerintah pusat dan provinsi,’’ ujarnya.
Selain Pelabuhan Gelon, kata Abdul, tim dari Bappenas Jatim juga meminta laporan perencanaan pembangunan sentra kopi serta kakao di Pacitan. Kendati hanya dalam bentuk pemaparan, tapi pihaknya berharap itu bisa masuk dalam program prioritas pemerintah pusat ke depannya.
‘’Mereka tidak lama di Pacitan. Setelah dari (meninjau lokasi pembangunan) Pelabuhan Gelon langsung ke Trenggalek untuk memantau kelanjutan Jalan Lintas Selatan (JLS),’’ ungkapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan Suparlan berharap evaluasi yang sempat dilakukan oleh tim Bappenas Jatim itu dapat memberikan jawaban atas kelanjutan proyek pembangunan Pelabuhan Gelon.
Maklum sejak proses pembebasan lahan dibereskan oleh pemkab, proyek tersebut justru mandek. ‘’Kami harapkan segera ada kejelasan entah dibangun tahun depan atau 2024,’’ harapnya. (gen/her) Editor : Hengky Ristanto