Jawa Pos Radar Pacitan – Keterbatasan lapangan pekerjaan di Pacitan membuat sejumlah warga memilih jalur transmigrasi sebagai solusi.
Tahun ini, lima kepala keluarga (KK) mengajukan diri untuk pindah ke luar Jawa, dengan tujuan utama Kalimantan dan Sumatera.
Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disdagnaker Pacitan, Supriyono, mengatakan minat warga meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya empat KK.
“Tahun ini ada lima KK, rata-rata ingin ditempatkan di Kalimantan dan Sumatera,” jelasnya, kemarin (1/9).
Namun rencana itu tak berjalan mulus. Pemerintah saat ini memprioritaskan wilayah Papua dan Sulawesi sebagai lokasi penempatan.
Warga Pacitan menolak opsi tersebut, sehingga kuota Jawa Timur sebanyak 50 transmigran akhirnya terisi daerah lain.
“Minatnya berubah, jadi kuota dialihkan,” imbuh Supriyono.
Ia menambahkan, paradigma transmigrasi di bawah Presiden Prabowo Subianto kini lebih menekankan pembangunan desa sebagai pusat pertumbuhan lokal, bukan hanya membuka kawasan baru.
“Transmigrasi diarahkan menciptakan pusat pertumbuhan baru, bukan sekadar memindahkan penduduk,” tegasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto