Jawa Pos Radar Pacitan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan terus memperkuat standar keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Salah satunya melalui pelatihan keamanan pangan olahan siap saji bagi penanggung jawab dan penjamah makanan di setiap dapur SPPG.
Kepala Dinkes Pacitan dr. Daru Mustikoaji mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya penerapan hygiene dan sanitasi pangan di tempat pengolahan makanan.
“Kami berharap para peserta dapat menerapkan prinsip hygiene sanitasi pangan agar makanan yang dihasilkan benar-benar aman dan sehat,” ujarnya.
Untuk mendukung pelatihan itu, Dinkes telah membentuk 13 tim pelatih yang terdiri atas sanitarian, nutrisionis, dan tenaga kesehatan di 12 kecamatan.
Sepanjang Oktober 2025, pelatihan telah menjangkau 13 dari total 17 SPPG tambahan yang mulai beroperasi sejak Agustus lalu.
Daru menegaskan, kegiatan serupa akan terus digelar seiring bertambahnya jumlah SPPG di Pacitan.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan lima kunci keamanan pangan.
Yakni menjaga kebersihan penjamah dan peralatan, menjaga suhu makanan tetap aman, menggunakan air bersih, memasak dengan benar, serta memisahkan bahan mentah dan matang.
“Dengan penerapan prinsip hygiene dan sanitasi pangan yang baik, kita dapat mencegah KLB keracunan pangan sekaligus memastikan masyarakat Pacitan memperoleh makanan yang bergizi, aman, dan sehat,” pungkasnya. (suc/her)
Editor : Hengky Ristanto