Jawa Pos Radar Pacitan – Tujuh pejabat eselon II hasil rotasi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mulai menempati posisi baru sejak Senin (27/10).
Salah satunya Khemal Pandu Pratikna yang kini resmi menjabat kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan.
Tantangan berat sudah menanti di sektor pendidikan.
Dalam beberapa waktu terakhir, muncul berbagai persoalan sosial yang melibatkan pelajar.
Mulai dari kasus penganiayaan remaja terhadap nenek angkatnya di Desa Belah, Donorojo, hingga pencurian kendaraan bermotor oleh anak di bawah umur di kawasan Penceng, serta kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.
Khemal menyadari, membenahi pendidikan bukan perkara mudah.
Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah.
’’Proses pendidikan itu saling berkaitan. Tanggung jawabnya tidak hanya sekolah, tapi juga orang tua,’’ ujarnya, Selasa (28/10).
Menurutnya, pendidikan harus dipandang sebagai rantai proses berkelanjutan, dari keluarga hingga lingkungan sosial.
Karena itu, Dindik berkomitmen melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
’’Kami akan membangun kolaborasi dengan PGRI, dewan pendidikan, perwakilan komite, Kemenag, Cabdin, hingga perguruan tinggi,’’ paparnya.
Khemal menyebut, langkah pembenahan pendidikan di Pacitan akan dilakukan bertahap dan terukur.
’’Perlu kebijaksanaan dan hati yang tenang untuk menata masa depan anak-anak kita,’’ katanya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto