Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Hujan Lebat Picu Tujuh Longsor di Pacitan, Enam Rumah Terdampak

Nur Cahyono • Senin, 29 Desember 2025 | 14:00 WIB
BENCANA: Tanah longsor dan talud ambrol terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Pacitan akibat hujan lebat, Jumat (26/12) malam.
BENCANA: Tanah longsor dan talud ambrol terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Pacitan akibat hujan lebat, Jumat (26/12) malam.

Jawa Pos Radar Pacitan – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kabupaten Pacitan pada Jumat sore hingga malam (26/12) memicu rentetan bencana alam di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat sedikitnya tujuh kejadian tanah longsor dan talud longsor dalam kurun waktu tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Yagus Triarso mengatakan, bencana tersebar di beberapa kecamatan.

Di antaranya Kecamatan Punung, Arjosari, Tulakan, dan Pacitan Kota.

“Laporan yang masuk hingga Jumat malam terdapat tujuh titik longsor,” kata Yagus.

Lokasi tanah longsor meliputi RT 13/RW 07 Dusun Plumbungan, Desa Gondosari, Kecamatan Punung; RT 02/RW 04 Dusun Pathuk, Desa Gegeran, Kecamatan Arjosari; RT 02/RW 04 Dusun Singkil, Desa Gasang, Kecamatan Tulakan; serta RT 04/RW 01 Dusun Krajan, Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari.

Selain itu, dua titik longsor terjadi di Dusun Nglumbu, Desa Sambong, Kecamatan Pacitan.

Tak hanya tanah longsor, talud juga dilaporkan ambrol di RT 01/RW 01 Dusun Krajan, Desa Arjosari, Kecamatan Arjosari.

“Dampaknya enam rumah terdampak longsor dan satu talud longsor,” jelasnya.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut.

Namun, longsor talud jalan desa juga terjadi di RT 02/RW 02 Lingkungan Pucangrejo, Kelurahan Pucangsewu, Kecamatan Pacitan sekitar pukul 18.00 WIB.

Material longsor menutup total akses jalan, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Untuk penanganan darurat, sementara dipasangi terpal,” terang Yagus.

Selain longsor, hujan deras juga menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan, khususnya di wilayah Kelurahan Pucangsewu dan Kelurahan Sidoharjo.

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum Dinas PUPR Pacitan Tonny Setyo Nugroho menyebut pihaknya mengevakuasi sampah yang menyumbat aliran air.

“Empat pikap penuh material bambu dan kayu kami angkut agar aliran air kembali lancar,” ujarnya.

Meski diterpa bencana, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan memastikan kejadian tersebut tidak berdampak pada sektor pariwisata.

Kepala Disparbudpora Pacitan Munirul Ichwan menyatakan kunjungan wisatawan justru meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru.

“Tidak berdampak. Minat wisatawan tetap tinggi, bahkan wisatawan yang berkemah meningkat sekitar 150 persen dibanding tahun lalu,” katanya.

Secara keseluruhan, kunjungan wisatawan ke Pacitan tercatat naik sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Puncak kunjungan diperkirakan berlangsung pada 25 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, dengan target total kunjungan mencapai 150 ribu wisatawan. (hyo)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #libur nataru Pacitan #bpbd pacitan #bencana alam pacitan #hujan lebat #cuaca ekstrem jawa timur #banjir dan longsor #longsor pacitan #talud longsor