Jawa Pos Radar Pacitan – Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) tahap pertama di Kabupaten Pacitan belum sepenuhnya tuntas.
Hingga batas akhir pelunasan pada Selasa (23/12), tercatat masih ada 26 jemaah yang belum melakukan pelunasan.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Pacitan, Bambang Hadi Suprapto, mengatakan jumlah jemaah yang berhak melunasi bipih pada tahap pertama sebanyak 206 orang.
“Yang belum melunasi ada 26 jemaah,” ujarnya, kemarin (1/1).
Dari total 206 jemaah tersebut, sebanyak 182 orang telah dinyatakan istithaah atau memenuhi syarat kesehatan.
Dua jemaah dinyatakan tidak istithaah, sementara tiga jemaah lainnya masih menunggu kepastian.
Adapun jemaah yang telah melakukan pelunasan tahap pertama tercatat sebanyak 180 orang.
“Data 206 jemaah ini masih bercampur dengan jemaah yang wafat maupun yang menunda keberangkatan,” jelas Bambang.
Ia menuturkan, beberapa jemaah belum melunasi bipih karena alasan wafat, kondisi kesehatan yang belum memungkinkan, serta keinginan menunda keberangkatan agar bisa berangkat bersama anggota keluarga pada musim haji berikutnya.
Seluruh kondisi tersebut telah dilaporkan ke pemerintah pusat, meski nama jemaah bersangkutan masih tercantum dalam sistem.
“Yang belum pelunasan itu karena wafat. Ada juga yang menunda keberangkatan karena masih sakit dan ingin berangkat bersama keluarga,” ungkapnya.
Meski demikian, Bambang memastikan jemaah yang belum melunasi pada tahap pertama masih memiliki kesempatan pada pelunasan tahap kedua.
Terlebih, terdapat tiga jemaah yang gagal melunasi akibat kendala sistem.
“Pelunasan bipih tahap kedua akan dibuka pada 2 sampai 9 Januari 2026,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto