Jawa Pos Radar Pacitan – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Karangnongko, Kecamatan Kebonagung, memunculkan dampak tak terduga.
Pengerukan lahan proyek program pusat tersebut diduga memicu longsor yang mengancam rumah warga.
Peristiwa itu dialami Sunardi, warga RT 01/RW 01 Dusun Krajan.
Tebing di sisi rumahnya longsor setelah area lahan KDMP dikeruk.
Akibatnya, posisi rumah kini berada dalam kondisi rawan karena jarak antara dinding bangunan dan tebing tersisa sekitar empat meter.
“Longsor terjadi Sabtu (17/1) sekitar pukul 23.30. Sorenya hujan deras,” ungkap Sunaryanto, anak Sunardi, kemarin (19/1).
Dia menduga pengerukan lahan di area proyek KDMP membuat struktur tanah menjadi labil.
Saat hujan deras mengguyur, tebing setinggi kurang lebih 20 meter akhirnya ambrol.
Longsoran juga menyeret sebagian pekarangan rumah orang tuanya hingga sekitar delapan meter.
“Betul, sebagian pekarangan bapak saya ikut kena longsor,” ucapnya.
Kepala Desa Karangnongko Aminudin membenarkan kejadian tersebut.
Dia menyebut, pemerintah desa sejatinya telah merencanakan pemasangan talud permanen sebagai penahan tebing pascapengerukan lahan proyek KDMP.
Namun, longsor terjadi lebih dulu akibat kondisi cuaca dan alam.
“Kami sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 100 juta untuk pemasangan talud. Pemerintah desa bertanggung jawab penuh dan perbaikan akan segera dilakukan,” tegas Aminudin. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto