Jawa Pos Radar Pacitan – Penyakit mulut dan kuku (PMK) belum sepenuhnya hilang dari Pacitan.
Memasuki awal Januari ini, enam kasus PMK kembali ditemukan pada hewan ternak di sejumlah desa.
Koordinator Wilayah Timur Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan Pipit Setya mengatakan, empat kasus tercatat di Desa Jatigunung.
Sementara masing-masing satu kasus ditemukan di Desa Wonoanti dan Desa Jetak.
“Empat kasus di Desa Jatigunung serta masing-masing satu kasus di Desa Wonoanti dan Desa Jetak,” ujarnya, kemarin (21/1).
Pipit menegaskan, secara umum kasus PMK di wilayah tugasnya—meliputi Kecamatan Tulakan, Ngadirojo, dan Sudimoro—masih terkendali dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan.
Meski demikian, langkah antisipasi tetap diperketat untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Sebagai upaya pengendalian, DKPP Pacitan melakukan pemberian vitamin, penyemprotan disinfektan di kandang ternak, serta pemantauan rutin terhadap ternak yang terindikasi sakit.
“Semua kasus terus kami pantau. Kuncinya kerja sama dengan peternak, terutama menjaga kebersihan kandang,” jelasnya.
Selain itu, program vaksinasi PMK telah berjalan sejak Desember lalu.
Wilayah perbatasan menjadi prioritas utama karena dinilai rawan lalu lintas ternak.
Vaksinasi tersebut diberikan secara gratis bagi peternak yang mengajukan permohonan ke dinas.
“Kalau melalui dinas gratis. Kalau ke petugas swasta, tentu berbayar,” tandas Pipit. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto