Jawa Pos Radar Madiun – Dengan pembawaan yang tenang dan intonasi terjaga, Akhdan Latif Azizan Asaid menyampaikan pesan mendalam di audisi Festival Dai Cilik 2026, Jumat (6/2).
Peserta dari SD Negeri 2 Padi ini mengibaratkan bulan puasa sebagai sebuah institusi pendidikan.
"Ramadan adalah 'sekolah super' untuk membina diri kita," ujarnya.
Baca Juga: Faiz Abdussalam di Audisi Festival Dai Cilik 2026: Al-Qur'an Tak Pernah Ajak Bertengkar
Akhdan memaparkan kurikulum sekolah tersebut yang berisi tiga mata pelajaran utama. Di antaranya kegembiraan, berbakti pada orang tua, dan kedekatan dengan Al-Qur'an.
Secara khusus, Akhdan menyoroti fenomena kecanduan gim (game) di kalangan anak-anak.
Ia mengajak teman-temannya untuk berani mengganti waktu bermain gim dengan tadarus Al-Qur'an demi lulus menjadi anak saleh. (*)
Editor : Mizan Ahsani