Jawa Pos Radar Pacitan – Gempa magnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan Jumat (6/2) dini hari meninggalkan jejak kerusakan.
Hingga pukul 17.00 WIB, BPBD Pacitan menerima 23 laporan kerusakan bangunan.
Mulai rumah warga, tempat ibadah, hingga fasilitas pendidikan. Bencana itu juga menelan satu korban jiwa.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turun langsung meninjau lokasi terdampak.
Salah satunya rumah milik Lilik Dwi, warga RT 02/RW 02 Dusun Ngaglik, Desa Menadi, Kecamatan Pacitan, yang mengalami kerusakan cukup parah.
Emil memastikan Pemprov Jatim bersama Pemkab Pacitan dan BPBD akan bergotong royong membantu warga.
“Pak bupati dan BPBD, kita akan bergotong royong bagaimana bisa membantu. Bukan hanya ini, kurang lebih ada empat rumah lagi di Kecamatan Pacitan. Masih ada yang harus kami monitor di kecamatan lain,” ujarnya.
Menurut Emil, penanganan akan dilakukan berdasarkan kategori kerusakan.
Mulai ringan, sedang, hingga berat. Mekanismenya sudah ada.
Namun, pelaksanaan di lapangan tetap mempertimbangkan kondisi tiap rumah.
“Sudah ada mekanismenya. Memang kategorisasinya berat, sedang, ringan. Itu sudah ada angkanya. Tapi dalam pelaksanaan kadang kita bisa bergotong royong melihat kekhususan situasi masing-masing,” jelasnya.
Terkait kemungkinan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi, Emil menyebut perlu koordinasi melalui BPBD.
Sebab, kabupaten juga memiliki BTT. Namun, ada batasan tertentu untuk eskalasi penanganan ke tingkat provinsi.
“Melalui BPBD kita perlu rembuk dulu. Karena pada dasarnya kabupaten juga memiliki BTT. Tapi ada kategorisasi manakala satu peristiwa perlu dieskalasi ke tingkat provinsi,” sebutnya.
Emil menambahkan, ada satu rumah lain yang dinilai rawan sehingga perlu langkah preventif.
Dia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi, termasuk terkait potensi tsunami.
“Setiap kali terjadi gempa juga ada informasi mengenai kerawanan tsunami. Jadi masyarakat harus senantiasa siaga untuk mengikuti langkah-langkah apabila terjadi situasi yang kita tidak harapkan,” tegasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto