Jawa Pos Radar Pacitan – Setiap 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa ancaman serius bisa datang diam-diam dan menyerang siapa saja.
Sepanjang 2025, RSUD dr Darsono Pacitan menangani ribuan kasus penyakit mematikan tersebut.
Catatan rumah sakit menunjukkan, kanker payudara menjadi yang paling dominan dengan total 876 kasus.
Disusul kanker serviks 100 kasus, kanker paru 86 kasus, kanker kolon 62 kasus, dan leukemia 42 kasus.
“Ada peningkatan di kanker payudara. Pada 2024 tercatat 460 penangan,” kata Direktur Utama RSUD dr Darsono Pacitan Johan Tri Putranto, Senin (9/2).
Menurutnya, pasien kanker payudara lebih banyak menjalani rawat jalan.
Hanya sebagian kecil yang membutuhkan rawat inap.
Yang menjadi keprihatinan, kondisi pasien saat datang berobat.
Banyak dari mereka sudah berada dalam stadium lanjut.
“Rata-rata pasien datang sudah dalam keadaan berat atau stadium tinggi,” lanjut Johan.
Keterlambatan dipengaruhi beberapa faktor.
Mulai minimnya kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini, hingga sebagian pasien menunda pengobatan medis karena lebih dulu mencoba jalur alternatif.
“Padahal, semakin cepat kanker terdeteksi, peluang kesembuhan dan keberhasilan penanganan akan semakin besar,” ujarnya.
Johan mengimbau masyarakat melakukan langkah pencegahan sejak dini, terutama untuk kanker payudara.
Salah satunya menjaga berat badan ideal dan menerapkan pola hidup sehat.
Aktivitas fisik seperti berjalan kaki hingga olahraga rutin juga disebut dapat membantu menurunkan risiko kanker.
“Kanker payudara adalah penyakit serius yang bisa dicegah dengan langkah pencegahan yang tepat,” ucapnya.
Johan menegaskan, penyebab pasti kanker belum sepenuhnya diketahui.
Namun, sel kanker dapat tumbuh menjadi ganas karena dipengaruhi banyak faktor.
“Penyebab kanker itu multifaktor dan multi genetik,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto