Jawa Pos Radar Pacitan – Program vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pacitan berjalan lambat.
Dari total 15 ribu dosis yang dialokasikan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Timur, hingga kini baru 431 ekor sapi yang sudah tervaksin. Itu baru sekitar 2,9 persen.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian seiring memunculkan kekhawatiran potensi merebaknya kembali virus PMK pada awal 2026.
Terlebih, musim penghujan kerap menjadi faktor pemicu meningkatnya kasus penyakit ternak.
Fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Bidang Peternakan DKPP Pacitan Sri Indriana mengungkapkan capaian vaksinasi sebenarnya sudah berjalan.
Namun, belum seluruhnya tercatat dalam aplikasi pelaporan nasional.
“Sebenarnya jalan, cuma belum terekap di iSIKHNAS. Itu capaian di aplikasi. Kalau realnya sudah lebih dari itu,” katanya, Jumat (13/2). (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto