Jawa Pos Radar Pacitan – Warga Pacitan diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, tepatnya 21–28 Februari 2026.
Kondisi tersebut berpeluang memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Radite Suryo Anggono mengatakan, cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Dampaknya dapat berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, puting beliung, hingga hujan es.
’’Delapan hari ke depan diprediksi terjadi peningkatan intensitas cuaca ekstrem yang berdampak pada aktivitas masyarakat,’’ ujarnya, Selasa (24/2).
Menurutnya, seluruh wilayah Pacitan saat ini masih berada pada periode musim hujan.
Bahkan beberapa daerah diperkirakan memasuki puncak musim hujan.
Radite menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi aktifnya monsun Asia serta gangguan atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby yang melintasi Jawa Timur.
Suhu muka laut yang hangat dan atmosfer yang labil turut memicu pertumbuhan awan konvektif.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan dan lereng curam, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, banjir, jalan licin, pohon tumbang, hingga jarak pandang terbatas.
’’Pantau informasi resmi pemerintah dan segera laporkan jika terjadi kondisi darurat,’’ pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto