Jawa Pos Radar Pacitan – Energi Sungai Grindulu segera dimanfaatkan. Itu seiring rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) bersistem pumped storage (PS) di Pacitan.
Pemkab Pacitan dan PLN telah menggelar pertemuan membahas proyek tersebut di ruang rapat bupati, Selasa (24/2) lalu.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyambut positif rencana pembangunan pembangkit berkapasitas 1.000 megawatt (MW) tersebut. Menurutnya, proyek itu menjadi peluang besar bagi daerah.
’’Saya meyakini ada keuntungan lain, karena ini adalah program baru,’’ kata Mas Aji, sapaan bupati, Kamis (26/2).
PLTA-PS akan memanfaatkan aliran Sungai Grindulu dengan sistem dua waduk yang dihubungkan melalui terowongan air serta unit turbin pompa.
Lokasi pembangunan direncanakan berada di Desa Ketro, Kecamatan Tulakan, serta Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo.
Saat ini proyek masih berada pada tahap uji kelayakan.
Mas Aji berharap Pacitan dapat menjadi daerah percontohan pengembangan teknologi tersebut di Indonesia.
’’Saya berdoa semoga nanti jadi, dan Pacitan bisa menjadi percontohan di Indonesia,’’ ungkapnya.
Manajer PLN UPP JBTB I Yogyakarta Wahyu Kurniawan menjelaskan, proyek PLTA-PS merupakan bagian dari rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2025–2034.
Program tersebut menargetkan pengembangan pembangkit energi baru terbarukan jenis pumped storage sebesar 4,2 gigawatt secara nasional.
’’Diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan kelistrikan nasional, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi Kabupaten Pacitan,’’ ujarnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto