Jawa Pos Radar Pacitan – Suasana dini hari di Kota Pacitan selama Ramadan terasa berbeda.
Ratusan warga mengikuti tradisi rontek gugah sahur dengan berkeliling kampung sambil menabuh alat musik tradisional, Minggu (1/3).
Tradisi turun-temurun tersebut rutin digelar setiap bulan puasa.
Peserta terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa berjalan kaki menyusuri jalan-jalan kota sambil melantunkan lagu Jawa dan selawat diiringi kentongan bambu serta gamelan.
Sedikitnya 20 desa dan kelurahan di Kecamatan Pacitan berpartisipasi.
Kegiatan berlangsung setiap hari selama Ramadan, paling ramai pada malam Sabtu dan Minggu.
Camat Pacitan Dita Widiapsari mengatakan rontek tidak sekadar membangunkan sahur, tetapi juga mempererat kebersamaan serta melestarikan budaya lokal.
’’Rontek gugah sahur ini sudah menjadi tradisi di bulan Ramadan, paling ramai di malam Sabtu dan Minggu,’’ ujarnya.
Untuk menjaga keamanan, aparat gabungan turut melakukan pengamanan.
Kapolres Pacitan Ayub Diponegoro Azhar menyebut 500 personel disiagakan di sejumlah titik.
’’Pengamanan ini agar pelaksanaan rontek tertib dan lancar,’’ jelasnya sembari mengimbau warga menghindari tawuran dan petasan.
Tradisi rontek biasanya dimulai pukul 02.00 hingga 03.00 dan menjadi simbol kebersamaan warga Pacitan menyambut bulan penuh berkah. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto