alexametrics
24.6 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Sekolah Non Rujukan Sepi Peminat

MAGETAN – Penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) ternyata tidak menjamin sebaran siswa baru merata di setiap sekolah. Lihat saja SMPN 2 Magetan yang hanya terdapat 260 calon peserta didik baru yang mengambil formulir pendaftaran sampai dengan Senin (1/7). ‘’Padahal, pengambilan formulir sudah kami buka sekitar pekan lalu,’’ kata Kepala SMPN 1 Magetan Agus Sunadi.

Secara keseluruhan pihaknya menyediakan 400 lembar formulir. Sedangkan, kuota pagu yang tersedia adalah 250 kursi. Namun, pihaknya pesimistis seluruh formulir itu ludes sampai Kamis mendatang (4/7). ‘’Sekolah kami itu urutannya paling akhir setelah SMPN 1, 4, 3, baru SMPN 2 Magetan,’’ ujar Agus.

Tahun lalu, terang dia, pagu sekolahnya memang tak terpenuhi. SMPN 2 Magetan hanya mendapat 242 siswa. Agus mengungkapkan bahwa itu disebabkan banyak faktor. Salah satunya jumlah siswa lulusan SD sederajat di wilayah zona 1 meliputi Kecamatan Magetan dan Ngariboyo minim. Sementara, pagu yang tersedia melimpah. Baik itu di SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, dan SMPN 4 Magetan. Serta SMPN 1 dan SMPN 2 Ngariboyo. ‘’Kami jalani dulu, setiap hari juga ada saja wali murid, kasek yang mengambilkan formulir,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Suprawoto Isi Delapan Kursi Kepala Dinas Kosong

Agus menambahkan, faktor lainnya orang tua lebih memilih MTs yang dinilai bisa menjamin pendidikan karakter anak-anak. Begitu pula calon siswa baru yang kebanyakan lebih memilih bersekolah di sekolah favorit yang dianggap lebih bergengsi. ‘’PPDB SMP negeri dibuka akhir, kan masih menunggu perbup dulu,’’ katanya. (bel/c1/her)

MAGETAN – Penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) ternyata tidak menjamin sebaran siswa baru merata di setiap sekolah. Lihat saja SMPN 2 Magetan yang hanya terdapat 260 calon peserta didik baru yang mengambil formulir pendaftaran sampai dengan Senin (1/7). ‘’Padahal, pengambilan formulir sudah kami buka sekitar pekan lalu,’’ kata Kepala SMPN 1 Magetan Agus Sunadi.

Secara keseluruhan pihaknya menyediakan 400 lembar formulir. Sedangkan, kuota pagu yang tersedia adalah 250 kursi. Namun, pihaknya pesimistis seluruh formulir itu ludes sampai Kamis mendatang (4/7). ‘’Sekolah kami itu urutannya paling akhir setelah SMPN 1, 4, 3, baru SMPN 2 Magetan,’’ ujar Agus.

Tahun lalu, terang dia, pagu sekolahnya memang tak terpenuhi. SMPN 2 Magetan hanya mendapat 242 siswa. Agus mengungkapkan bahwa itu disebabkan banyak faktor. Salah satunya jumlah siswa lulusan SD sederajat di wilayah zona 1 meliputi Kecamatan Magetan dan Ngariboyo minim. Sementara, pagu yang tersedia melimpah. Baik itu di SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, dan SMPN 4 Magetan. Serta SMPN 1 dan SMPN 2 Ngariboyo. ‘’Kami jalani dulu, setiap hari juga ada saja wali murid, kasek yang mengambilkan formulir,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Protes Bau Busuk Kandang Ayam

Agus menambahkan, faktor lainnya orang tua lebih memilih MTs yang dinilai bisa menjamin pendidikan karakter anak-anak. Begitu pula calon siswa baru yang kebanyakan lebih memilih bersekolah di sekolah favorit yang dianggap lebih bergengsi. ‘’PPDB SMP negeri dibuka akhir, kan masih menunggu perbup dulu,’’ katanya. (bel/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/