alexametrics
23.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Tunggu Persetujuan Orang Tua, Tak Semua Siswa Kelas I–III SD di Madiun Ikut PTM

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sektor pendidikan belum mengoptimalkan situasi Covid-19 yang terus membaik di Kota Madiun. Buktinya, belum seluruh sekolah memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk kelas bawah. ‘’Kami telah mengirimkan surat edaran (SE) ke seluruh sekolah,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati, Selasa (2/11).

Isinya, siswa kelas I, II, dan III SD, juga TK dan PAUD, diizinkan menggelar PTM terbatas per kemarin (1/11). Namun, masih ada sejumlah SD yang belum memanfaatkannya. Alasannya, pihak sekolah masih menunggu persetujuan orang tua siswa. ‘’Nggak apa-apa, keputusan ada di satuan pendidikan masing-masing,’’ ujar Lismawati.

Ada beberapa pertimbangan siswa kelas bawah diizinkan PTM terbatas. Pertama, situasi Covid-19 di daerah semakin terkendali. Kedua, dari hasil evaluasi, seluruh sekolah menjalankan prokes dengan baik. Terakhir, hasil rapid test (RT) antigen acak negatif. ‘’Tes acak sebagai salah satu indikator, secara umum aman,’’ ungkapnya. 

Baca Juga :  UN Dihapus atau Tidak, Tunggu Pekan Depan

Pun, berdasarkan hasil asesmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kota Madiun termasuk level 1. Sehingga siswa kelas bawah diizinkan PTM.  Dengan catatan wajib mematuhi prokes ketat. Maksimal 50 persen siswa. ‘’Kalau TK maksimal 5-10 anak per kelas. Durasi maksimal dua jam, berlaku bagi SD dan TK atau PAUD,’’ terang Lismawati. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sektor pendidikan belum mengoptimalkan situasi Covid-19 yang terus membaik di Kota Madiun. Buktinya, belum seluruh sekolah memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk kelas bawah. ‘’Kami telah mengirimkan surat edaran (SE) ke seluruh sekolah,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati, Selasa (2/11).

Isinya, siswa kelas I, II, dan III SD, juga TK dan PAUD, diizinkan menggelar PTM terbatas per kemarin (1/11). Namun, masih ada sejumlah SD yang belum memanfaatkannya. Alasannya, pihak sekolah masih menunggu persetujuan orang tua siswa. ‘’Nggak apa-apa, keputusan ada di satuan pendidikan masing-masing,’’ ujar Lismawati.

Ada beberapa pertimbangan siswa kelas bawah diizinkan PTM terbatas. Pertama, situasi Covid-19 di daerah semakin terkendali. Kedua, dari hasil evaluasi, seluruh sekolah menjalankan prokes dengan baik. Terakhir, hasil rapid test (RT) antigen acak negatif. ‘’Tes acak sebagai salah satu indikator, secara umum aman,’’ ungkapnya. 

Baca Juga :  Siswa Antusias Sambut Lomba Mading iFest

Pun, berdasarkan hasil asesmen Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kota Madiun termasuk level 1. Sehingga siswa kelas bawah diizinkan PTM.  Dengan catatan wajib mematuhi prokes ketat. Maksimal 50 persen siswa. ‘’Kalau TK maksimal 5-10 anak per kelas. Durasi maksimal dua jam, berlaku bagi SD dan TK atau PAUD,’’ terang Lismawati. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/