alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Gubernur Khofifah: Target Jatim Semester I-Tahun Ajaran 2023/2024 Capai 100 Persen

Terbanyak Se-Indonesia, 2.754 SMA/SMK/SLB di Jatim Terapkan IKM Mandiri

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 332 lembaga di Jatim ditunjuk Kemendikbud Ristek menjadi pilot project implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Jumlah itu terdiri dari 204 SMK pusat keunggulan, 128 SMA dan sekolah luar biasa (SLB) Penggerak.

Para kepala sekolah dan guru di seluruh lembaga tersebut sebelumnya diberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) khusus. Tujuannya agar mereka dapat memahami dan mampu mengimplementasikan kurikulum merdeka. Kemudian sekolah-sekolah tersebut bisa menjadi pengampu bagi lembaga lain di daerah masing-masing.

Pemprov Jatim melalui dinas pendidikan (dispendik) mendorong satuan pendidikan lain yang belum menerapkan kurikulum merdeka untuk mengikuti secara mandiri. Berdasarkan data di dashboard IKM hingga 5 Juni lalu, Jatim menjadi pelaksana IKM jalur mandiri terbanyak se-Indonesia. Adapun jumlah kepesertaan pada SLB, SMA dan SMK mencapai 2.754 lembaga. Perinciannya, 1.047 SMA, 1.474 SMK, dan 233 SLB.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku bangga dengan capaian prestasi tersebut. Menurutnya, itu tidak lepas dari keinginan sekolah yang turut dalam menyelesaikan persoalan learning loss selama pandemi. Terbukti, dari 4.044 SLB, SMA/SMK negeri dan swasta di Jatim yang sudah melaksanakan kurikulum merdeka mencapai 76 persen.

‘’Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, satuan pendidikan, ketua MKKS, ketua korwas provinsi, ketua MKPS provinsi yang telah bersama-sama membangun sinergi positif dalam pembangunan pendidikan di Jatim,’’ ujarnya, Senin  (5/9).

Khofifah menambahkan Dispendik Jatim akan mendukung secara penuh kebijakan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dalam implementasi kurikulum merdeka mandiri. Sebab, kata dia, dengan adanya kurikulum yang tepat pada kondisi khusus ini akan mampu menguatkan pentingnya perubahan tentang rancangan serta strategi implementasi secara efektif dan efesien.

‘’Kurikulum merdeka merupakan jawaban untuk mengatasi krisis pembelajaran yang terjadi saat ini. Karena pandemi Covid-19 yang menyebabkan terjadinya penurunan dan kesenjangan kualitas pembelajaran,’’ terang gubernur perempua pertama di Jatim itu.

Dengan capaian prestasi yang membanggakan ini, Khofifah menargetkan pada semester pertama tahun pembelajaran 2023/2024 mendatang, SLB, SMA/SMK di Jatim diharapkan menjadi pelopor kebijakan nasional IKM dengan keikutsertaan 100 persen.

Sementara itu, Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi membeberkan ada perubahan dan perbedaan kurikulum merdeka dibanding kurikulum sebelumnya. Pada kurikulum merdeka struktur kurikulum lebih fleksibel dengan jam pelajaran ditargetkan untuk dipenuhi dalam satu tahun. Di samping itu, guru akan lebih fokus pada materi esensial karena capaian pembelajaran diatur per fase. ‘’Kurikulum merdeka ini juga memberikan keleluasaan bagi guru dalam menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik siswa,’’ terangnya.

Contoh riilnya, kata Wahid, seperti guru olahraga yang pada dasarnya memberikan pembelajaran dalam bentuk projek based learning. Di mana siswa tidak hanya mengetahui secara teori tapi juga dipraktikkan.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Beri Atensi Hadapi Momen Lebaran Tahun Ini

‘’Merdeka belajar sudah dicerminkan oleh guru olahraga. Mereka tidak hanya mengajarkan teori tapi juga praktik. Misalnya guru memberikan pembelajaran teori permainan bola voli, agar siswa memahami dan mengerti, maka teori yang diajarkan tersebut dipraktikkan di lapangan. Guru olahraga juga memberi kebebasan pada siswa untuk menyukai olahraga yang sesuai bakat minatnya,’’ jelasnya.


ILUSTRASI GRAFIS: Jumlah pendaftar IKM secara mandiri jenjang SMA/SMK/SLB tahun 2022.

Ditambah lagi, kata dia, ada platfom merdeka mengajar yang menyediakan berbagai referensi  untuk guru agar dapat terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik.

Perbedaan lainnya, jelas Wahid, juga terletak pada kebebasan yang diberikan kepada sekolah dalam menentukan atau menyusun kurikulum sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah masing-masing.

‘’Meskipun pemerintah memberikan tiga pilihan kurikulum yang bisa dipilih oleh sekolah, namun saya memotivasi sekolah untuk mencoba memakai kurikulum merdeka. Karena evaluasi saya terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka yang ada di SMK-PK maupun SMA dan SLB Penggerak hasilnya sangat bagus terhadap peningkatan kreatifitas dan karakter peserta didik. Selain itu, kurikulum merdeka sangat memanusiakan manusia yang tujuannya adalah untuk menghargai harkat dan martabat  peserta didik,’’ bebernya.

Tak hanya bagi sekolah, kurikulum merdeka juga memberi kesempatan bagi siswa untuk memilih kelompok mata pelajaran sesuai minat, bakat dan aspirasinya di fase F (kelas XI dan XII). Sedangkan bagi guru, mereka akan memgajar sesuai tahap capaian dan perkembangan siswa.

‘’Pembelajaran dalam IKM ini berbasis project, jadi memberikan kesempatan lebih luas pada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual lingkungan atau kesehatan. Project  ini untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi profil pelajar pancasila,’’ pungkas Wahid.

Terpisah, Plt Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jatim Rizqi mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah yang telah mendorong SLB, SMA/SMK di Jatim untuk menjadi pelaksana IKM mandiri terbaik dan terbanyak di Indonesia. ‘’Terima kasih juga kepada Kepala Dispendik Jatim atas dukungannya. Semoga pendidikan di Jatim selalu menjadi yang terbaik,’’ ucapnya.

Perlu diketahui, capaian ini melengkapi rentetan prestasi yang sebelumnya telah diraih.  Di antaranya, Jatim menjadi daerah yang jumlah siswanya diterima di PTN terbanyak melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN dengan masing-masing total 120.463 siswa dan 26.781.

Di samping itu, kinerja pendidikan di Jatim juga mendapatkan penilaian tertinggi se-Indonesia, menurut highlight indeks kinerja urusan pendidikan hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (*)

SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Sebanyak 332 lembaga di Jatim ditunjuk Kemendikbud Ristek menjadi pilot project implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Jumlah itu terdiri dari 204 SMK pusat keunggulan, 128 SMA dan sekolah luar biasa (SLB) Penggerak.

Para kepala sekolah dan guru di seluruh lembaga tersebut sebelumnya diberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) khusus. Tujuannya agar mereka dapat memahami dan mampu mengimplementasikan kurikulum merdeka. Kemudian sekolah-sekolah tersebut bisa menjadi pengampu bagi lembaga lain di daerah masing-masing.

Pemprov Jatim melalui dinas pendidikan (dispendik) mendorong satuan pendidikan lain yang belum menerapkan kurikulum merdeka untuk mengikuti secara mandiri. Berdasarkan data di dashboard IKM hingga 5 Juni lalu, Jatim menjadi pelaksana IKM jalur mandiri terbanyak se-Indonesia. Adapun jumlah kepesertaan pada SLB, SMA dan SMK mencapai 2.754 lembaga. Perinciannya, 1.047 SMA, 1.474 SMK, dan 233 SLB.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku bangga dengan capaian prestasi tersebut. Menurutnya, itu tidak lepas dari keinginan sekolah yang turut dalam menyelesaikan persoalan learning loss selama pandemi. Terbukti, dari 4.044 SLB, SMA/SMK negeri dan swasta di Jatim yang sudah melaksanakan kurikulum merdeka mencapai 76 persen.

‘’Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, satuan pendidikan, ketua MKKS, ketua korwas provinsi, ketua MKPS provinsi yang telah bersama-sama membangun sinergi positif dalam pembangunan pendidikan di Jatim,’’ ujarnya, Senin  (5/9).

Khofifah menambahkan Dispendik Jatim akan mendukung secara penuh kebijakan Mendikbud Ristek Nadiem Makarim dalam implementasi kurikulum merdeka mandiri. Sebab, kata dia, dengan adanya kurikulum yang tepat pada kondisi khusus ini akan mampu menguatkan pentingnya perubahan tentang rancangan serta strategi implementasi secara efektif dan efesien.

‘’Kurikulum merdeka merupakan jawaban untuk mengatasi krisis pembelajaran yang terjadi saat ini. Karena pandemi Covid-19 yang menyebabkan terjadinya penurunan dan kesenjangan kualitas pembelajaran,’’ terang gubernur perempua pertama di Jatim itu.

Dengan capaian prestasi yang membanggakan ini, Khofifah menargetkan pada semester pertama tahun pembelajaran 2023/2024 mendatang, SLB, SMA/SMK di Jatim diharapkan menjadi pelopor kebijakan nasional IKM dengan keikutsertaan 100 persen.

Sementara itu, Kepala Dispendik Jatim Wahid Wahyudi membeberkan ada perubahan dan perbedaan kurikulum merdeka dibanding kurikulum sebelumnya. Pada kurikulum merdeka struktur kurikulum lebih fleksibel dengan jam pelajaran ditargetkan untuk dipenuhi dalam satu tahun. Di samping itu, guru akan lebih fokus pada materi esensial karena capaian pembelajaran diatur per fase. ‘’Kurikulum merdeka ini juga memberikan keleluasaan bagi guru dalam menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik siswa,’’ terangnya.

Contoh riilnya, kata Wahid, seperti guru olahraga yang pada dasarnya memberikan pembelajaran dalam bentuk projek based learning. Di mana siswa tidak hanya mengetahui secara teori tapi juga dipraktikkan.

Baca Juga :  Rehab Dua Ruang Kelas SDN 2 Bogem yang Atapnya Roboh Diusulkan di PAK Tahun Ini

‘’Merdeka belajar sudah dicerminkan oleh guru olahraga. Mereka tidak hanya mengajarkan teori tapi juga praktik. Misalnya guru memberikan pembelajaran teori permainan bola voli, agar siswa memahami dan mengerti, maka teori yang diajarkan tersebut dipraktikkan di lapangan. Guru olahraga juga memberi kebebasan pada siswa untuk menyukai olahraga yang sesuai bakat minatnya,’’ jelasnya.


ILUSTRASI GRAFIS: Jumlah pendaftar IKM secara mandiri jenjang SMA/SMK/SLB tahun 2022.

Ditambah lagi, kata dia, ada platfom merdeka mengajar yang menyediakan berbagai referensi  untuk guru agar dapat terus mengembangkan praktik mengajar secara mandiri dan berbagi praktik baik.

Perbedaan lainnya, jelas Wahid, juga terletak pada kebebasan yang diberikan kepada sekolah dalam menentukan atau menyusun kurikulum sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah masing-masing.

‘’Meskipun pemerintah memberikan tiga pilihan kurikulum yang bisa dipilih oleh sekolah, namun saya memotivasi sekolah untuk mencoba memakai kurikulum merdeka. Karena evaluasi saya terhadap pelaksanaan kurikulum merdeka yang ada di SMK-PK maupun SMA dan SLB Penggerak hasilnya sangat bagus terhadap peningkatan kreatifitas dan karakter peserta didik. Selain itu, kurikulum merdeka sangat memanusiakan manusia yang tujuannya adalah untuk menghargai harkat dan martabat  peserta didik,’’ bebernya.

Tak hanya bagi sekolah, kurikulum merdeka juga memberi kesempatan bagi siswa untuk memilih kelompok mata pelajaran sesuai minat, bakat dan aspirasinya di fase F (kelas XI dan XII). Sedangkan bagi guru, mereka akan memgajar sesuai tahap capaian dan perkembangan siswa.

‘’Pembelajaran dalam IKM ini berbasis project, jadi memberikan kesempatan lebih luas pada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual lingkungan atau kesehatan. Project  ini untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi profil pelajar pancasila,’’ pungkas Wahid.

Terpisah, Plt Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jatim Rizqi mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah yang telah mendorong SLB, SMA/SMK di Jatim untuk menjadi pelaksana IKM mandiri terbaik dan terbanyak di Indonesia. ‘’Terima kasih juga kepada Kepala Dispendik Jatim atas dukungannya. Semoga pendidikan di Jatim selalu menjadi yang terbaik,’’ ucapnya.

Perlu diketahui, capaian ini melengkapi rentetan prestasi yang sebelumnya telah diraih.  Di antaranya, Jatim menjadi daerah yang jumlah siswanya diterima di PTN terbanyak melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN dengan masing-masing total 120.463 siswa dan 26.781.

Di samping itu, kinerja pendidikan di Jatim juga mendapatkan penilaian tertinggi se-Indonesia, menurut highlight indeks kinerja urusan pendidikan hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/