alexametrics
24.8 C
Madiun
Monday, July 4, 2022

UN Dihapus atau Tidak, Tunggu Pekan Depan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Wacana penghapusan ujian nasional (UN) terus berembus.  Diperkirakan, keputusan bakal dibahas dalam rapat yang diikuti seluruh kepala dinas pendidikan (dindik) se-Indonesia dengan menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) di Jakarta Rabu pekan depan (11/12).

Kabid Pendidikan Dasar (Pendas) Dindik Kota Madiun Eny Yuanawati mengatakan masih menunggu instruksi dari pusat. Meski pemerintah pusat telah mengeluarkan jadwal dan prosedur operasional standar (POS) UN tahun pelajaran 2019/2020. ‘’Jadwal dan POS sudah ada,” kata Eny Jumat (6/12).

Pihaknya juga telah melakukan persiapan. Di antaranya, pendataan sekolah dan siswa calon peserta UN. Total ada 114 sekolah tingkat SMP dan SD sederajat.  Perinciannya, 24 SMP dan 4 MTs, serta 72 SD dan 14 MI. ‘’Untuk SMP sederajat ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sedangkan SD sederajat ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN),’’ ujarnya.

Sedangkan jumlah calon peserta UNBK dan UASBN 7.208 siswa. Perinciannya, 3.666 siswa SMP/MTs, 2.568 siswa SD, dan 974 siswa MI. Mengacu pendaftaran peserta didik baru (PPDB) sistem zonasi, diperkirakan nilai UNBK dan UASBN tidak jadi patokan kelulusan.

Baca Juga :  Unjuk Rasa Tolak RUU Cipta Kerja

Meski demikian, Eny menegaskan itu tidak boleh dianggap remeh. Sehingga, dia meminta guru tetap menyiapkan peserta didik untuk menghadapi ujian. ‘’Kami juga minta orang tua lebih memperhatikan jam belajar anak-anaknya untuk persiapan ujian,’’ sambungnya.

Menurut dia, UN dikembangkan sedemikian rupa agar memiliki wash back effect positive bagi sekolah. Terutama dalam membangun budaya belajar baru. Khususnya, paradigma pembelajaran baru bagi guru. ‘’Nantinya lebih mengedepankan penalaran,’’ sebutnya.

Jikapun UN dihapus, lanjut dia, tidak jadi soal. Namun, pihaknya tidak mau berandai-andai. Eny berharap keputusan dari pusat segera turun. Agar tidak mepet dengan waktu pelaksanaan. ‘’Menterinya baru, jadi masih kita tunggu ada perubahan atau tidak,’’ ucapnya. (kid/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Wacana penghapusan ujian nasional (UN) terus berembus.  Diperkirakan, keputusan bakal dibahas dalam rapat yang diikuti seluruh kepala dinas pendidikan (dindik) se-Indonesia dengan menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) di Jakarta Rabu pekan depan (11/12).

Kabid Pendidikan Dasar (Pendas) Dindik Kota Madiun Eny Yuanawati mengatakan masih menunggu instruksi dari pusat. Meski pemerintah pusat telah mengeluarkan jadwal dan prosedur operasional standar (POS) UN tahun pelajaran 2019/2020. ‘’Jadwal dan POS sudah ada,” kata Eny Jumat (6/12).

Pihaknya juga telah melakukan persiapan. Di antaranya, pendataan sekolah dan siswa calon peserta UN. Total ada 114 sekolah tingkat SMP dan SD sederajat.  Perinciannya, 24 SMP dan 4 MTs, serta 72 SD dan 14 MI. ‘’Untuk SMP sederajat ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Sedangkan SD sederajat ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN),’’ ujarnya.

Sedangkan jumlah calon peserta UNBK dan UASBN 7.208 siswa. Perinciannya, 3.666 siswa SMP/MTs, 2.568 siswa SD, dan 974 siswa MI. Mengacu pendaftaran peserta didik baru (PPDB) sistem zonasi, diperkirakan nilai UNBK dan UASBN tidak jadi patokan kelulusan.

Baca Juga :  Kolom Agama e-KTP Bisa Diisi Penghayat Kepercayaan

Meski demikian, Eny menegaskan itu tidak boleh dianggap remeh. Sehingga, dia meminta guru tetap menyiapkan peserta didik untuk menghadapi ujian. ‘’Kami juga minta orang tua lebih memperhatikan jam belajar anak-anaknya untuk persiapan ujian,’’ sambungnya.

Menurut dia, UN dikembangkan sedemikian rupa agar memiliki wash back effect positive bagi sekolah. Terutama dalam membangun budaya belajar baru. Khususnya, paradigma pembelajaran baru bagi guru. ‘’Nantinya lebih mengedepankan penalaran,’’ sebutnya.

Jikapun UN dihapus, lanjut dia, tidak jadi soal. Namun, pihaknya tidak mau berandai-andai. Eny berharap keputusan dari pusat segera turun. Agar tidak mepet dengan waktu pelaksanaan. ‘’Menterinya baru, jadi masih kita tunggu ada perubahan atau tidak,’’ ucapnya. (kid/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/