alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

42 SDN di Magetan Kena Regrouping

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sebanyak 42 SDN di Magetan menyisakan bangunan tanpa aktivitas. Dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (disdikpora) setempat melebur 83 lembaga pendidikan menjadi 41 mulai tahun ajaran 2020/2021. ‘’Dari 18 kecamatan, hanya Ngariboyo yang tidak kena regrouping,’’ kata Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Magetan Suroso.

Suroso menyebut, penggabungan puluhan SDN itu termaktub dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 188/183/Kept/403.013.2020 tentang Penggabungan Unit Pelaksana Teknis Daerah Satuan Pendidikan Formal Sekolah Dasar Negeri.

Lembaga yang hendak digabung sudah tidak menerima siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021. Calon siswa diarahkan mendaftar ke sekolah induknya kelak. ‘’Penggabungan ini sudah direncanakan dengan banyak pertimbangan,’’ ujarnya.

Alasan penggabungan antara lain meningkatkan kelancaran kegiatan belajar-mengajar (KBM). Juga efisiensi kelembagaan. Pasalnya, sekolah yang digabung rata-rata tidak memiliki kepala sekolah (kasek) definitif. Pelaksana tugas (Plt)-nya dari kepala sekolah yang menjadi bagian regrouping tersebut. ‘’Kebanyakan berada di satu halaman, dua sekolah, kaseknya satu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jembatan Jangglengan Butuh Perbaikan

Selain itu, regrouping untuk pemerataan guru. Sebagai contoh, SDN 1, 2, dan 3 Setren, Bendo, yang bakal digabung karena kekurangan tenaga pendidik. SDN 1 hanya punya lima guru, SDN 2 (tiga), dan SDN 3 (empat). KBM tidak efektif karena jumlah guru tidak sesuai dengan jumlah kelas. ‘’Guru-guru akan disebar di kecamatan yang sama,’’ ujar Suroso sembari menyebut saat ini kekurangan 1.300 guru dan berpeluang bertambah karena ada yang pensiun. (bel/c1/cor)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sebanyak 42 SDN di Magetan menyisakan bangunan tanpa aktivitas. Dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (disdikpora) setempat melebur 83 lembaga pendidikan menjadi 41 mulai tahun ajaran 2020/2021. ‘’Dari 18 kecamatan, hanya Ngariboyo yang tidak kena regrouping,’’ kata Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Magetan Suroso.

Suroso menyebut, penggabungan puluhan SDN itu termaktub dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 188/183/Kept/403.013.2020 tentang Penggabungan Unit Pelaksana Teknis Daerah Satuan Pendidikan Formal Sekolah Dasar Negeri.

Lembaga yang hendak digabung sudah tidak menerima siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021. Calon siswa diarahkan mendaftar ke sekolah induknya kelak. ‘’Penggabungan ini sudah direncanakan dengan banyak pertimbangan,’’ ujarnya.

Alasan penggabungan antara lain meningkatkan kelancaran kegiatan belajar-mengajar (KBM). Juga efisiensi kelembagaan. Pasalnya, sekolah yang digabung rata-rata tidak memiliki kepala sekolah (kasek) definitif. Pelaksana tugas (Plt)-nya dari kepala sekolah yang menjadi bagian regrouping tersebut. ‘’Kebanyakan berada di satu halaman, dua sekolah, kaseknya satu,” ungkapnya.

Baca Juga :  PDIP Pede Raih Kursi Terbanyak

Selain itu, regrouping untuk pemerataan guru. Sebagai contoh, SDN 1, 2, dan 3 Setren, Bendo, yang bakal digabung karena kekurangan tenaga pendidik. SDN 1 hanya punya lima guru, SDN 2 (tiga), dan SDN 3 (empat). KBM tidak efektif karena jumlah guru tidak sesuai dengan jumlah kelas. ‘’Guru-guru akan disebar di kecamatan yang sama,’’ ujar Suroso sembari menyebut saat ini kekurangan 1.300 guru dan berpeluang bertambah karena ada yang pensiun. (bel/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru