alexametrics
27.4 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Kangen Sekolah tapi Ragukan Keamanan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Jadwal kembali masuk sekolah dari Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan memang belum ditetapkan. Hal itu ditanggapi beragam oleh siswa dan orang tua. Para wali murid berharap kegiatan belajar di rumah dapat diperpanjang. Mengingat kurva kasus positif Covid-19 di Pacitan belum menunjukkan grafik menurun. Sementara, siswa sudah rindu suasana sekolah.

Seperti yang diungkapkan Vani Meysa Fahmawati, siswa kelas III SDN Sidomulyo 2. Dia mengaku sudah jenuh belajar di rumah. Berharap bisa segera masuk sekolah lagi. ‘’Kangan bertemu teman-teman dan diajar oleh guru,’’ katanya Kamis (11/6).

Berbeda dengan Nur Hidayati. Sebagai wali murid, dia mengkhawatirkan kondisi anaknya jika sekolah kembali dibuka di tengah pandemi. Peluang anaknya yang masih duduk di bangku SD untuk sekadar saling sapa, membuat kerumunan, dan bercanda sangat besar. ‘’Ini ibarat buah simalakama. Kalau belajar di rumah sudah tentu tidak akan maksimal,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Massa Geruduk PN Lagi, Minta Proses Hukum Dihentikan

Dia berharap ada protokol kesehatan yang jelas dari dindik menyikapi rencana siswa kembali masuk sekolah pada tahun ajaran baru nanti. ‘’Kalau untuk ukuran anak SD (protokol kesehatan) memang sulit dilakukan. Tapi, setidaknya ada antisipasi dari dindik menyikapi hal tersebut dan dapat dikomunikasikan dengan para wali murid,’’ terang perempuan asal Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Pacitan, tersebut. (mg2/c1/her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Jadwal kembali masuk sekolah dari Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan memang belum ditetapkan. Hal itu ditanggapi beragam oleh siswa dan orang tua. Para wali murid berharap kegiatan belajar di rumah dapat diperpanjang. Mengingat kurva kasus positif Covid-19 di Pacitan belum menunjukkan grafik menurun. Sementara, siswa sudah rindu suasana sekolah.

Seperti yang diungkapkan Vani Meysa Fahmawati, siswa kelas III SDN Sidomulyo 2. Dia mengaku sudah jenuh belajar di rumah. Berharap bisa segera masuk sekolah lagi. ‘’Kangan bertemu teman-teman dan diajar oleh guru,’’ katanya Kamis (11/6).

Berbeda dengan Nur Hidayati. Sebagai wali murid, dia mengkhawatirkan kondisi anaknya jika sekolah kembali dibuka di tengah pandemi. Peluang anaknya yang masih duduk di bangku SD untuk sekadar saling sapa, membuat kerumunan, dan bercanda sangat besar. ‘’Ini ibarat buah simalakama. Kalau belajar di rumah sudah tentu tidak akan maksimal,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Identitas Belum Terungkap, Jenazah Mr X Dimakamkan

Dia berharap ada protokol kesehatan yang jelas dari dindik menyikapi rencana siswa kembali masuk sekolah pada tahun ajaran baru nanti. ‘’Kalau untuk ukuran anak SD (protokol kesehatan) memang sulit dilakukan. Tapi, setidaknya ada antisipasi dari dindik menyikapi hal tersebut dan dapat dikomunikasikan dengan para wali murid,’’ terang perempuan asal Kelurahan Baleharjo, Kecamatan Pacitan, tersebut. (mg2/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/