alexametrics
33.7 C
Madiun
Thursday, September 29, 2022

Dikbud Ngawi Uji Coba Kurikulum Merdeka Belajar

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proses belajar-mengajar siswa SD dan SMP di Ngawi jauh dari implementasi Kurikulum Merdeka Belajar (KMB). Dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) masih menguji coba pelaksanaan program dari Keputusan Mendikbudristek 162/M/2021 tentang Sekolah Penggerak itu ke beberapa kelas. ‘’Uji coba untuk kelas I sampai IV SD dan VII SMP,’’ kata Kepala Dikbud Ngawi Sumarsono, Jumat (19/8).

Sumarsono menyampaikan, pembelajaran dari KMB berfokus pada pengembangan siswa. Peserta didik bakal diberi materi pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Nantinya memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya. ‘’KMB lebih fleksibel dengan berfokus pada materi esensial,’’ ujarnya.

Pembelajaran KMB, lanjut dia, nantinya berbasis project pengembangan soft skill dan karakter sesuai minat pelajar. Baik literasi maupun numerasi. Peserta didik berkesempatan untuk lebih aktif dan mengeksplorasi isu-isu aktual. Di sisi lain, pengajar lebih leluasa memberikan materi pembelajaran. Fleksibilitas itu untuk mengamati sejauh mana perkembangan siswa. ‘’KBM (kegiatan belajar-mengajar) juga lebih relevan dan interaktif,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Sistem PPDB SD/SMP Tahun Ini: Zonasi, Prestasi, Mutasi

Sumarsono mengungkapkan, siswa kelas V dan VI SD serta VIII dan IX SMP masih menerapkan Kurikulum 2013 (K-13). Sembari melihat sejauh mana keberhasilan uji coba KMB di kelas yang notabene tingkat bawah dari masing-masing jenjang. ‘’Target pelaksanaan KMB pada 2024,’’ ujarnya sembari menyebut bahwa implementasi KMB tahun ini untuk lembaga pendidikan lolos sekolah penggerak. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proses belajar-mengajar siswa SD dan SMP di Ngawi jauh dari implementasi Kurikulum Merdeka Belajar (KMB). Dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) masih menguji coba pelaksanaan program dari Keputusan Mendikbudristek 162/M/2021 tentang Sekolah Penggerak itu ke beberapa kelas. ‘’Uji coba untuk kelas I sampai IV SD dan VII SMP,’’ kata Kepala Dikbud Ngawi Sumarsono, Jumat (19/8).

Sumarsono menyampaikan, pembelajaran dari KMB berfokus pada pengembangan siswa. Peserta didik bakal diberi materi pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Nantinya memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya. ‘’KMB lebih fleksibel dengan berfokus pada materi esensial,’’ ujarnya.

Pembelajaran KMB, lanjut dia, nantinya berbasis project pengembangan soft skill dan karakter sesuai minat pelajar. Baik literasi maupun numerasi. Peserta didik berkesempatan untuk lebih aktif dan mengeksplorasi isu-isu aktual. Di sisi lain, pengajar lebih leluasa memberikan materi pembelajaran. Fleksibilitas itu untuk mengamati sejauh mana perkembangan siswa. ‘’KBM (kegiatan belajar-mengajar) juga lebih relevan dan interaktif,’’ ucapnya.

Baca Juga :  207 Siswa SMAN 1 Kota MadiunUjian Akhir Sekolah dengan Smartphone

Sumarsono mengungkapkan, siswa kelas V dan VI SD serta VIII dan IX SMP masih menerapkan Kurikulum 2013 (K-13). Sembari melihat sejauh mana keberhasilan uji coba KMB di kelas yang notabene tingkat bawah dari masing-masing jenjang. ‘’Target pelaksanaan KMB pada 2024,’’ ujarnya sembari menyebut bahwa implementasi KMB tahun ini untuk lembaga pendidikan lolos sekolah penggerak. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/