alexametrics
28.4 C
Madiun
Wednesday, June 29, 2022

Tim Riset FE UMPO Kembangkan Kurikulum Kewirausahaan Pendidikan Tingkat Dasar

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Inovasi dalam pendidikan tingkat dasar coba dikembangkan oleh tim riset Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo (FE UMPO). Salah satunya dengan membuat kurikulum kewirausahaan. Proyek itu diterapkan di MI Islamic Center Ponorogo.

Tahapan tersebut diawali dengan diskusi bersama pihak madrasah. Hasilnya kemudian dipakai untuk membuat rencana teknis kegiatan. Seperti pada 19 Maret hingga 9 April lalu diselenggarakannya workshop kewirausahaan dengan tema produksi batik ecoprint. Pesertanya adalah para guru MI Islamic Center Ponorogo.

Pelatihan itu dimentori oleh Bambang. Dia merupakan produsen batik ecoprint di Ponorogo. Kegiatan ini sengaja dipilih sebagai bentuk pengembangan kewirausahaan pendidikan tingkat dasar lantaran mudah dilakoni oleh guru dan siswa. Selain itu, mempunyai nilai efektivitas produk yang apik.

Baca Juga :  Pilih Jadi TKI, Sejumlah Siswa Absen UNBK

‘’Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai oleh tim peneliti dari UMPO. Inovasi kurikulum merupakan sebuah tuntutan dunia pendidikan saat ini, terlebih pada bidang kewirausahaan,’’ kata Kepala MI Islamic Center Ponorogo Endro Basuki.

Seperti diketahui, tim peneliti FE UMPO merupakan kelompok yang mendapat pendanaan pada program riset keilmuan dari Kemendikbud-Ristek tahun 2021. Karena itu, kegiatan riset dengan skema materi kewirausahaan akan terus dilakukan di madrasah tersebut selain pelatihan produksi batik ecoprint.

Di samping itu, FE UMPO juga menjalankan evaluasi kurikulum dan tindak lanjut dari hasil riset. ‘’Semoga lancar dan bisa memberikan kontribusi pada dunia pendidikan khususnya pada tingkat sekolah dasar sederajat,’’ terang Ketua Tim Riset FE UMPO Ranti Kurniasih. (kid/her/adv)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Inovasi dalam pendidikan tingkat dasar coba dikembangkan oleh tim riset Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo (FE UMPO). Salah satunya dengan membuat kurikulum kewirausahaan. Proyek itu diterapkan di MI Islamic Center Ponorogo.

Tahapan tersebut diawali dengan diskusi bersama pihak madrasah. Hasilnya kemudian dipakai untuk membuat rencana teknis kegiatan. Seperti pada 19 Maret hingga 9 April lalu diselenggarakannya workshop kewirausahaan dengan tema produksi batik ecoprint. Pesertanya adalah para guru MI Islamic Center Ponorogo.

Pelatihan itu dimentori oleh Bambang. Dia merupakan produsen batik ecoprint di Ponorogo. Kegiatan ini sengaja dipilih sebagai bentuk pengembangan kewirausahaan pendidikan tingkat dasar lantaran mudah dilakoni oleh guru dan siswa. Selain itu, mempunyai nilai efektivitas produk yang apik.

Baca Juga :  Pembukaan Sekolah Vokasi UNS Caruban

‘’Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai oleh tim peneliti dari UMPO. Inovasi kurikulum merupakan sebuah tuntutan dunia pendidikan saat ini, terlebih pada bidang kewirausahaan,’’ kata Kepala MI Islamic Center Ponorogo Endro Basuki.

Seperti diketahui, tim peneliti FE UMPO merupakan kelompok yang mendapat pendanaan pada program riset keilmuan dari Kemendikbud-Ristek tahun 2021. Karena itu, kegiatan riset dengan skema materi kewirausahaan akan terus dilakukan di madrasah tersebut selain pelatihan produksi batik ecoprint.

Di samping itu, FE UMPO juga menjalankan evaluasi kurikulum dan tindak lanjut dari hasil riset. ‘’Semoga lancar dan bisa memberikan kontribusi pada dunia pendidikan khususnya pada tingkat sekolah dasar sederajat,’’ terang Ketua Tim Riset FE UMPO Ranti Kurniasih. (kid/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/