alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

SMA Swasta Merana, PPDB SMAN Diperpanjang

NGAWI – Kebijakan memperpanjang masa pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN tahun pelajaran 2019/2020 tidak serta merta ditanggapi positif. Sejumlah SMA swasta justru mengeluhkan adanya injury time itu lantaran potensi mendapatkan siswa semakin kecil.

SMA PGRI 1 Ngawi yang tahun ini membuka tiga rombongan belajar (rombel), misalnya, hingga Jumat (21/6) baru memperoleh satu murid. ‘’Perpanjangan jadwal itu (pendaftaran PPDB SMAN, Red) menutup peluang calon pendaftar yang mestinya datang ke sekolah swasta,’’ keluh Kepala SMA PGRI 1 Ngawi Nanang Purwanto.

Nanang menyebut, penerapan sistem zonasi juga membuat sekolah-sekolah terancam kekurangan siswa. Sebab, jika sebelumnya bisa mendapat lulusan SMP yang tereliminasi dari perangkingan nilai di PPDB SMA negeri, kini peluang itu menipis. Pasalnya, dengan PPDB zonasi, berapapun nilainya mutlak diterima asalkan jarak sekolah dan rumahnya dekat.

‘’Sistem zonasi saja sudah membuat sekolah swasta seperti kami bingung. Ini malah pendaftaran diperpanjang. Tahun lalu tiba-tiba juga ada gelombang kedua pendaftaran,’’ ungkap Nanang.

Baca Juga :  Jalur Menuju Srambang Macet Parah, Ratusan Wisatawan Balik Kucing

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun-Ngawi Supardi mengamini adanya perpanjangan masa pendaftaran PPDB. Jika semula dijadwalkan berakhir pada Kamis (20/6) pukul 23.59, diundur menjadi sampai kemarin pukul 23.59. ‘’Dengan adanya tambahan waktu itu sebenarnya sama saja, siswa yang tidak diterima juga tidak boleh mendaftar lagi,’’ ujarnya.

Supardi mengatakan, masa pendaftaran PPDB SMAN diperpanjang atas berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah sempat dihentikannya pendaftaran beberapa hari lalu. ‘’Bisa dikatakan (injury time) pengganti waktu yang sempat terhenti itu,’’ tuturnya.

Banyaknya SMA negeri yang belum terpenuhi pagunya tak ketinggalan disebut Supardi sebagai alasan perpanjangan masa pendaftaran. ‘’Bisa jadi dengan pertimbangan ada anak yang belum mendaftar. Kebijakan seperti ini langsung dari provinsi. Kami yang di cabang seperti ini sebatas pelaksana,’’ katanya. (den/isd)

NGAWI – Kebijakan memperpanjang masa pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN tahun pelajaran 2019/2020 tidak serta merta ditanggapi positif. Sejumlah SMA swasta justru mengeluhkan adanya injury time itu lantaran potensi mendapatkan siswa semakin kecil.

SMA PGRI 1 Ngawi yang tahun ini membuka tiga rombongan belajar (rombel), misalnya, hingga Jumat (21/6) baru memperoleh satu murid. ‘’Perpanjangan jadwal itu (pendaftaran PPDB SMAN, Red) menutup peluang calon pendaftar yang mestinya datang ke sekolah swasta,’’ keluh Kepala SMA PGRI 1 Ngawi Nanang Purwanto.

Nanang menyebut, penerapan sistem zonasi juga membuat sekolah-sekolah terancam kekurangan siswa. Sebab, jika sebelumnya bisa mendapat lulusan SMP yang tereliminasi dari perangkingan nilai di PPDB SMA negeri, kini peluang itu menipis. Pasalnya, dengan PPDB zonasi, berapapun nilainya mutlak diterima asalkan jarak sekolah dan rumahnya dekat.

‘’Sistem zonasi saja sudah membuat sekolah swasta seperti kami bingung. Ini malah pendaftaran diperpanjang. Tahun lalu tiba-tiba juga ada gelombang kedua pendaftaran,’’ ungkap Nanang.

Baca Juga :  Warga Desa Karangbanyu, Widodaren, Ini Gali Sumur Sibel Keluar Gas

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun-Ngawi Supardi mengamini adanya perpanjangan masa pendaftaran PPDB. Jika semula dijadwalkan berakhir pada Kamis (20/6) pukul 23.59, diundur menjadi sampai kemarin pukul 23.59. ‘’Dengan adanya tambahan waktu itu sebenarnya sama saja, siswa yang tidak diterima juga tidak boleh mendaftar lagi,’’ ujarnya.

Supardi mengatakan, masa pendaftaran PPDB SMAN diperpanjang atas berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah sempat dihentikannya pendaftaran beberapa hari lalu. ‘’Bisa dikatakan (injury time) pengganti waktu yang sempat terhenti itu,’’ tuturnya.

Banyaknya SMA negeri yang belum terpenuhi pagunya tak ketinggalan disebut Supardi sebagai alasan perpanjangan masa pendaftaran. ‘’Bisa jadi dengan pertimbangan ada anak yang belum mendaftar. Kebijakan seperti ini langsung dari provinsi. Kami yang di cabang seperti ini sebatas pelaksana,’’ katanya. (den/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/