alexametrics
31.2 C
Madiun
Tuesday, July 5, 2022

UNBK: Hari Pertama, Nihil Problema

MADIUN – Sesuai prediksi, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP sederajat di Kabupaten Madiun kemarin (22/4) lancar. Dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) setempat mengklaim nihil kendala yang membuat ujian nasional (unas) tertunda. ‘’Kami monitor di wilayah selatan dan utara tidak ada masalah,’’ kata Kepala Dikbud Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo.

Menurut Sodik, pelaksanaan UNBK yang diikuti 8.976 peserta untuk mata pelajaran bahasa Indonesia berlangsung aman dan terkendali. Tidak ada server mendadak mati dan listrik padam di 48 SMP dan 37 MTs penyelenggara ujian bernama lain computer based test (CBT) tersebut.  Dia berharap situasi kondusif itu berlangsung hingga selesainya pelaksanaan UNBK, Kamis (25/4) nanti. ‘’Persiapan kami cukup panjang. Baik untuk siswa dan peralatan pendukungnya,’’ ujarnya.

Jadwal ujian susulan bagi peserta yang belum bisa menjalani ujian di hari normal berlangsung dua hari. Yakni, 29 April dan 30 April. Dikbud akan terus memonitor untuk mengetahui ada tidaknya siswa yang absen dan terjadinya problema. ‘’Mudah-mudahan tidak ada,’’ harapnya kepada Radar Caruban.

Sodik mengatakan, tidak ada sekolah yang menumpang di institusi lain demi UNBK. Sarana dan prasarana (sarpras) seperti perangkat komputer sudah dipenuhi. Meski yang diterima beberapa sekolah belum komplet sesuai kebutuhan, namun mereka bisa meminjam laptop siswa atau pengajar. Kendati, satuan pendidikan bisa menerapkan sistem sif hingga tiga sesi sehingga tanpa harus meminjam. ‘’Tergantung sekolah, selama itu efektif,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kita Dikejar Waktu

Dia menambahkan, laptop yang dipinjam untuk UNBK telah di-setting dan dikarantina sepekan sebelum hari H. Selain memastikan kondisinya prima, juga mengantisipasi kecurangan. ‘’Ditaruh di sekolah seminggu penuh,’’ katanya. (fat/cor)

MADIUN – Sesuai prediksi, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP sederajat di Kabupaten Madiun kemarin (22/4) lancar. Dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) setempat mengklaim nihil kendala yang membuat ujian nasional (unas) tertunda. ‘’Kami monitor di wilayah selatan dan utara tidak ada masalah,’’ kata Kepala Dikbud Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo.

Menurut Sodik, pelaksanaan UNBK yang diikuti 8.976 peserta untuk mata pelajaran bahasa Indonesia berlangsung aman dan terkendali. Tidak ada server mendadak mati dan listrik padam di 48 SMP dan 37 MTs penyelenggara ujian bernama lain computer based test (CBT) tersebut.  Dia berharap situasi kondusif itu berlangsung hingga selesainya pelaksanaan UNBK, Kamis (25/4) nanti. ‘’Persiapan kami cukup panjang. Baik untuk siswa dan peralatan pendukungnya,’’ ujarnya.

Jadwal ujian susulan bagi peserta yang belum bisa menjalani ujian di hari normal berlangsung dua hari. Yakni, 29 April dan 30 April. Dikbud akan terus memonitor untuk mengetahui ada tidaknya siswa yang absen dan terjadinya problema. ‘’Mudah-mudahan tidak ada,’’ harapnya kepada Radar Caruban.

Sodik mengatakan, tidak ada sekolah yang menumpang di institusi lain demi UNBK. Sarana dan prasarana (sarpras) seperti perangkat komputer sudah dipenuhi. Meski yang diterima beberapa sekolah belum komplet sesuai kebutuhan, namun mereka bisa meminjam laptop siswa atau pengajar. Kendati, satuan pendidikan bisa menerapkan sistem sif hingga tiga sesi sehingga tanpa harus meminjam. ‘’Tergantung sekolah, selama itu efektif,’’ ujarnya.

Baca Juga :  180 Calon Jemaah Haji dari Kota Madiun Siap Diberangkatkan Tahun Ini

Dia menambahkan, laptop yang dipinjam untuk UNBK telah di-setting dan dikarantina sepekan sebelum hari H. Selain memastikan kondisinya prima, juga mengantisipasi kecurangan. ‘’Ditaruh di sekolah seminggu penuh,’’ katanya. (fat/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/