27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Tahun Depan, Pemkot Madiun Belanja Laptop untuk Siswa SD-SMP

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sempat gagal, pengadaan laptop untuk pembelajaran siswa SD-SMP coba direalisasikan. Pemkot Madiun bakal belanja ribuan unit laptop 2023 mendatang. Jumlahnya nyaris dua kali lipat dibandingkan 2021 lalu. ‘’Awal tahun nanti langsung proses pengadaan. Agar laptop segera dapat dimanfaatkan siswa dan guru,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Rabu (26/10).

Kegagalan pengadaan laptop sebelumnya dianggap sebagai utang yang harus dibayar lunas tahun depan. Sehingga, pengadaan kali ini harus gol. Direncanakan, total pengadaan sebanyak 9.400 unit dengan harga satuan sekitar Rp 5,5 juta. Pemkot telah menyediakan anggaran total Rp 53,2 miliar. ‘’Kami punya utang tahun ini. Sehingga, tahun depan akan kami selesaikan. Kami berkomitmen untuk itu,’’ janjinya.

Soal spesifikasi (spek)-nya, Maidi mengklaim kualitas dan kemampuan komputer jinjing itu bakal lebih bagus dibanding pengadaan yang gagal tahun ini. Pun, tanpa mengesampingkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN)-nya. ‘’Pengadaan lewat ekatalog dan sudah jelas semua. Sesuai instruksi presiden, harus menggunakan produk dalam negeri,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Korona Mereda, Angka Pengangguran di Kota Madiun Turun

Kelak ribuan unit laptop itu bakal didistribusikan ke sejumlah SD-SMP negeri di kota ini. Perinciannya, 1.753 unit untuk kelas IV dan 1.847 unit untuk kelas V. Kemudian, 2.709 unit untuk kelas VII dan 2.739 untuk kelas VIII. Lalu, 173 unit untuk guru kelas IV dan VII. Sedangkan guru kelas VI dan VIII sebanyak 179 unit. ‘’Dibandingkan tahun ini harga tidak sama. Untuk spesifikasi kami pilih yang terbaik,’’ ujarnya.

Sekadar diketahui, pengadaan 4.880 unit laptop senilai Rp 35,7 miliar pada anggaran tahun 2021 gagal lantaran ada kesalahan atau sepek tidak sesuai kontrak. Spek laptop yang seharusnya merek Axioo Mybook Pro G5 i3-6157U, RAM 8GB DDR4, HDD 1 TB, layar 14 inci, Windows 10, garansi 3/3/3 onsite.

Namun, barang yang dikirim awal 2022 lalu hanya dibekali memori DDR3. Artinya, spek yang dikirim tersebut lebih rendah atau tidak sesuai pesanan. ‘’Kesalahan bukan pada kami. Daripada muncul persoalan, lebih baik barang tidak kami terima karena memang tidak sesuai pesanan,’’ jelasnya. (ggi/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sempat gagal, pengadaan laptop untuk pembelajaran siswa SD-SMP coba direalisasikan. Pemkot Madiun bakal belanja ribuan unit laptop 2023 mendatang. Jumlahnya nyaris dua kali lipat dibandingkan 2021 lalu. ‘’Awal tahun nanti langsung proses pengadaan. Agar laptop segera dapat dimanfaatkan siswa dan guru,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Rabu (26/10).

Kegagalan pengadaan laptop sebelumnya dianggap sebagai utang yang harus dibayar lunas tahun depan. Sehingga, pengadaan kali ini harus gol. Direncanakan, total pengadaan sebanyak 9.400 unit dengan harga satuan sekitar Rp 5,5 juta. Pemkot telah menyediakan anggaran total Rp 53,2 miliar. ‘’Kami punya utang tahun ini. Sehingga, tahun depan akan kami selesaikan. Kami berkomitmen untuk itu,’’ janjinya.

Soal spesifikasi (spek)-nya, Maidi mengklaim kualitas dan kemampuan komputer jinjing itu bakal lebih bagus dibanding pengadaan yang gagal tahun ini. Pun, tanpa mengesampingkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN)-nya. ‘’Pengadaan lewat ekatalog dan sudah jelas semua. Sesuai instruksi presiden, harus menggunakan produk dalam negeri,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Sepulang Lawatan ke Korsel, Wali Kota Maidi Bakal Adopsi Full Smart City 

Kelak ribuan unit laptop itu bakal didistribusikan ke sejumlah SD-SMP negeri di kota ini. Perinciannya, 1.753 unit untuk kelas IV dan 1.847 unit untuk kelas V. Kemudian, 2.709 unit untuk kelas VII dan 2.739 untuk kelas VIII. Lalu, 173 unit untuk guru kelas IV dan VII. Sedangkan guru kelas VI dan VIII sebanyak 179 unit. ‘’Dibandingkan tahun ini harga tidak sama. Untuk spesifikasi kami pilih yang terbaik,’’ ujarnya.

Sekadar diketahui, pengadaan 4.880 unit laptop senilai Rp 35,7 miliar pada anggaran tahun 2021 gagal lantaran ada kesalahan atau sepek tidak sesuai kontrak. Spek laptop yang seharusnya merek Axioo Mybook Pro G5 i3-6157U, RAM 8GB DDR4, HDD 1 TB, layar 14 inci, Windows 10, garansi 3/3/3 onsite.

Namun, barang yang dikirim awal 2022 lalu hanya dibekali memori DDR3. Artinya, spek yang dikirim tersebut lebih rendah atau tidak sesuai pesanan. ‘’Kesalahan bukan pada kami. Daripada muncul persoalan, lebih baik barang tidak kami terima karena memang tidak sesuai pesanan,’’ jelasnya. (ggi/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/