Syarat dan Jadwal Pendaftaran Beasiswa Teladan 2027, Ini Daftar 10 Kampus yang Bisa Mendaftar

Jawa Pos Radar Madiun - Tanoto Foundation kembali membuka pendaftaran program beasiswa dan pengembangan kepemimpinan TELADAN Cohort 2027 bagi mahasiswa Strata Satu (S1) di perguruan tinggi mitra.
Langkah ini menjadi komitmen berkelanjutan dari yayasan filantropi tersebut untuk mencetak agen perubahan yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Head of Leadership Development and Scholarship Tanoto Foundation, Yosea Kurnianto, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (10/7), mengatakan program ini merupakan salah satu inisiatif utama untuk menyiapkan generasi muda Indonesia menjadi pemimpin yang memiliki tujuan, karakter, dan kepedulian terhadap masyarakat.
"Berbeda dengan program beasiswa pada umumnya, TELADAN mengombinasikan dukungan finansial berupa biaya kuliah dan tunjangan hidup dengan peningkatan soft skills dan pelatihan kepemimpinan terstruktur selama 3,5 tahun, dimulai dari semester dua hingga semester delapan," kata Yosea.
Yosea menyebut pendekatan komprehensif yang diberikan dalam skema bantuan finansial dan mentor ini bertujuan untuk membangun kapasitas kepemimpinan serta keterserapan kerja para alumni.
Proses pendampingan intensif tersebut dirancang sedemikian rupa guna membantu mahasiswa dalam melewati masa transisi kritis dari iklim akademis kampus menuju realita dinamika dunia kerja profesional.
Baca Juga: Kejurprov Catur Jatim 2026 di Pacitan Diikuti 720 Pecatur, Jadi Ajang Seleksi Porprov
Validasi Riset Kesiapan Kerja Lulusan Perguruan Tinggi
Urgensi mengenai pentingnya asahan kecakapan non-akademis bagi mahasiswa juga diperkuat oleh hasil kajian ilmiah yang dilakukan oleh lembaga internal yayasan.
Ia mengungkapkan hasil penelitian dampak program TELADAN berjudul "What Drives Graduate Employability?" yang diterbitkan pada Journal of Further and Higher Education.
Riset tersebut menunjukkan bahwa kesiapan kerja lulusan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan nilai indeks prestasi akademik semata.
Faktor penentu utama lainnya justru bertumpu pada pengembangan kapasitas kepribadian serta soft skills esensial seperti ketangguhan (resilience), kemampuan menetapkan tujuan, komunikasi publik, kolaborasi tim, dan pengambilan keputusan secara mandiri.



