Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru SMKN 2 Madiun Ciptakan E-Tumbler Arsip, Media Belajar Digital Berbasis QR Code

E
Penulis: Erlita H❯
INOVASI PEMBELAJARAN: Guru SMKN 2 Madiun menunjukkan E-Tumbler Arsip, media pembelajaran berbasis QR Code yang menghubungkan siswa dengan materi kearsipan digital secara interaktif sekaligus mendukung program Green School.
INOVASI PEMBELAJARAN: Guru SMKN 2 Madiun menunjukkan E-Tumbler Arsip, media pembelajaran berbasis QR Code yang menghubungkan siswa dengan materi kearsipan digital secara interaktif sekaligus mendukung program Green School.

Advertisement

Jawa Pos Radar Madiun – Inovasi pembelajaran terus dikembangkan untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja.

Salah satunya dilakukan Guru SMKN 2 Madiun, Rinda Dwi Wahyuli, S.E., M.M., yang menciptakan E-Tumbler Arsip, media pembelajaran berbasis QR Code yang mengubah tumbler menjadi sarana belajar kearsipan digital.

Rinda mengatakan, inovasi tersebut lahir dari kebutuhan pembelajaran mata pelajaran Administrasi Perkantoran yang selama ini masih didominasi metode konvensional.

Advertisement

Siswa umumnya mempelajari materi melalui buku, lembar kerja siswa (LKS), dan penjelasan guru sehingga belum memperoleh gambaran praktik pengelolaan arsip digital yang diterapkan di dunia kerja.

"Lulusan SMK saat ini dituntut menguasai kearsipan digital. Karena itu, kami ingin menghadirkan media belajar yang lebih kontekstual, interaktif, dan sesuai kebutuhan industri," ujarnya, Selasa (28/7).

E-Tumbler Arsip memanfaatkan tumbler berbahan stainless steel maupun polimer yang dilengkapi desain sistem kearsipan dan QR Code.

Advertisement

Ketika kode dipindai menggunakan telepon seluler, siswa akan langsung terhubung ke materi pembelajaran digital yang tersimpan di Google Site maupun Google Drive.

Materi yang tersedia meliputi contoh surat masuk, surat keluar, nota dinas, video simulasi pengelolaan arsip, infografis, kuis interaktif, hingga praktik penyusunan arsip digital menggunakan spreadsheet.

Dalam penerapannya, Rinda menggunakan metode scan, pelajari, dan praktik.

Setelah memindai QR Code, siswa mempelajari materi secara mandiri, kemudian langsung mempraktikkan klasifikasi arsip serta sistem filing digital.

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer