alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Polemik PPDB 2019: Jika Ditutupi, Dewan Interpelasi Bupati

PONOROGO – Polemik surat keterangan domisili yang mencurigakan di SMPN 1 Ponorogo belum tersolusikan. Klarifikasi lanjutan dengan dinas dan sekolah terkait tetap diagendakan. Bahkan, wakil rakyat tak segan menggunakan hak interpelasi kepada bupati, jika sekolah enggan buka-bukaan. ‘’Kami akan mengundang kembali Kepala SMPN 1 dan jajarannya,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Miseri Effendi, Kamis (27/6).

Klarifikasi lanjutan diperlukan guna membahas duduk perkara dugaan penyalahgunaan data dalam PPDB di SMPN 1. Rapat dengar pendapat (RDP) sebelumnya digelar sepekan lalu. Miseri berharap langkah ini tidak direspon berlebihan. Sebab, pihaknya semata menjalankan fungsi kontrol dari DPRD. ‘’Supaya rakyat tidak menjadi korban,’’ tukasnya.

Miseri menegaskan, DPRD ingin mempelajari data PPDB SMPN 1 dan berdiskusi kembali dengan pihak terkait. Agar dapat dipastikan, aturan PPDB yang dituangkan melalui permendikbud hingga perbup telah dilaksanakan dengan baik. Namun, bila penyelenggara pendidikan terbukti tidak melaksanakan sesuai aturan, berarti menyimpang. ‘’Duduk bersama, teliti bersama, antara DPRD dan sekolah,’’ sebut Miseri.

Baca Juga :  Bupati Pacitan Apresiasi Guru Home Visit

Miseri menyebut, jika dugaan pemalsuan data oleh sejumlah siswa terbukti, imbasnya fatal. Bahkan, bisa sampai masuk ranah pidana, lantaran ada pemalsuan dokumen. ‘’Kepolisian juga bisa melakukan penyelidikan, sebagaimana rekomendasi kebijakan dari kemendikbud terkait persoalan ini,’’ ujarnya.

Terkait persoalan penggunaan surat keterangan domisili dalam PPDB SMPN 1, Komisi A sudah meminta petunjuk langsung ke kemendikbud. Meminta penjelasan bagaimana seharusnya permendikbud 51/2018 tentang PPDB diimplementasikan. ‘’Senin (1/7) akan kami panggil kembali dan meminta kembali data PPDB itu secara tertulis. Kalau memang data itu tidak bisa dibuka, kami akan gunakan hak interpelasi,’’ tegas Anggota Komisi A DPRD Rahmat Taufik yang telah mendatangi kemendikbud beberapa waktu lalu. (naz/adv/fin)

PONOROGO – Polemik surat keterangan domisili yang mencurigakan di SMPN 1 Ponorogo belum tersolusikan. Klarifikasi lanjutan dengan dinas dan sekolah terkait tetap diagendakan. Bahkan, wakil rakyat tak segan menggunakan hak interpelasi kepada bupati, jika sekolah enggan buka-bukaan. ‘’Kami akan mengundang kembali Kepala SMPN 1 dan jajarannya,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Miseri Effendi, Kamis (27/6).

Klarifikasi lanjutan diperlukan guna membahas duduk perkara dugaan penyalahgunaan data dalam PPDB di SMPN 1. Rapat dengar pendapat (RDP) sebelumnya digelar sepekan lalu. Miseri berharap langkah ini tidak direspon berlebihan. Sebab, pihaknya semata menjalankan fungsi kontrol dari DPRD. ‘’Supaya rakyat tidak menjadi korban,’’ tukasnya.

Miseri menegaskan, DPRD ingin mempelajari data PPDB SMPN 1 dan berdiskusi kembali dengan pihak terkait. Agar dapat dipastikan, aturan PPDB yang dituangkan melalui permendikbud hingga perbup telah dilaksanakan dengan baik. Namun, bila penyelenggara pendidikan terbukti tidak melaksanakan sesuai aturan, berarti menyimpang. ‘’Duduk bersama, teliti bersama, antara DPRD dan sekolah,’’ sebut Miseri.

Baca Juga :  Bupati Pacitan Apresiasi Guru Home Visit

Miseri menyebut, jika dugaan pemalsuan data oleh sejumlah siswa terbukti, imbasnya fatal. Bahkan, bisa sampai masuk ranah pidana, lantaran ada pemalsuan dokumen. ‘’Kepolisian juga bisa melakukan penyelidikan, sebagaimana rekomendasi kebijakan dari kemendikbud terkait persoalan ini,’’ ujarnya.

Terkait persoalan penggunaan surat keterangan domisili dalam PPDB SMPN 1, Komisi A sudah meminta petunjuk langsung ke kemendikbud. Meminta penjelasan bagaimana seharusnya permendikbud 51/2018 tentang PPDB diimplementasikan. ‘’Senin (1/7) akan kami panggil kembali dan meminta kembali data PPDB itu secara tertulis. Kalau memang data itu tidak bisa dibuka, kami akan gunakan hak interpelasi,’’ tegas Anggota Komisi A DPRD Rahmat Taufik yang telah mendatangi kemendikbud beberapa waktu lalu. (naz/adv/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/