alexametrics
26.3 C
Madiun
Monday, May 16, 2022

Titik Koordinat Hambat PPDB SMP di Magetan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP 2020/2021 di Magetan sempat tidak berjalan mulus. Titik koordinat dalam jalur zonasi kerap tidak muncul. Menghambat dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (disdikpora) dalam memastikan bisa diterima tidaknya pendaftar. ‘’Titik koordinat itu menyesuaikan jaringan di wilayah tertentu,’’ kata Kepala Disdikpora Magetan Suwata Minggu (28/6).

Menurut dia, titik koordinat merupakan kelemahan sistem zonasi online. Problem itu bukan hanya dialami lembaganya, melainkan juga daerah lain. Itu diketahui dari berkoordinasi dengan dinas pendidikan lainnya. Luas daerah, kata dia, menjadi salah satu penyebab. Daerah pinggiran terkadang terkendala jaringan. ‘’Kalau kota berbeda, wilayahnya jelas,’’ ujarnya.

Meski begitu, Suwata mengklaim persoalan titik koordinat terselesaikan. Juga tidak berpengaruh terhadap hilangnya kesempatan lulusan SD sederajat melanjutkan ke SMP. Sebab, calon peserta didik punya dua opsi mendaftar offline dan online. Sistem manual itu meliputi jalur afirmasi, prestasi, dan keikutsertaan orang tua. Pelaksanaan PPDB berakhir Sabtu (27/6). ‘’Saya yakin semua siswa dapat sekolah karena tidak semua pagu (lembaga pendidikan) terpenuhi,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Beri Pesan Moral Lewat Mural

Lain cerita dengan siswa yang ngotot ingin masuk sekolah tertentu. Apalagi berasal dari luar zonasi dan tidak diterima jalur offline. Pasalnya, penentuan pagu disesuaikan kemampuan masing-masing lembaga pendidikan. Tidak akan ada penambahan di luar yang sudah disepakati. ‘’Sepanjang anak mau bersekolah di mana pun, semua mendapatkan sekolah,’’ katanya. (bel/c1/cor)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP 2020/2021 di Magetan sempat tidak berjalan mulus. Titik koordinat dalam jalur zonasi kerap tidak muncul. Menghambat dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (disdikpora) dalam memastikan bisa diterima tidaknya pendaftar. ‘’Titik koordinat itu menyesuaikan jaringan di wilayah tertentu,’’ kata Kepala Disdikpora Magetan Suwata Minggu (28/6).

Menurut dia, titik koordinat merupakan kelemahan sistem zonasi online. Problem itu bukan hanya dialami lembaganya, melainkan juga daerah lain. Itu diketahui dari berkoordinasi dengan dinas pendidikan lainnya. Luas daerah, kata dia, menjadi salah satu penyebab. Daerah pinggiran terkadang terkendala jaringan. ‘’Kalau kota berbeda, wilayahnya jelas,’’ ujarnya.

Meski begitu, Suwata mengklaim persoalan titik koordinat terselesaikan. Juga tidak berpengaruh terhadap hilangnya kesempatan lulusan SD sederajat melanjutkan ke SMP. Sebab, calon peserta didik punya dua opsi mendaftar offline dan online. Sistem manual itu meliputi jalur afirmasi, prestasi, dan keikutsertaan orang tua. Pelaksanaan PPDB berakhir Sabtu (27/6). ‘’Saya yakin semua siswa dapat sekolah karena tidak semua pagu (lembaga pendidikan) terpenuhi,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Hendak Kondangan, Mobil Rombongan dari Semarang Terguling di Jalan Raya Sarangan-Magetan

Lain cerita dengan siswa yang ngotot ingin masuk sekolah tertentu. Apalagi berasal dari luar zonasi dan tidak diterima jalur offline. Pasalnya, penentuan pagu disesuaikan kemampuan masing-masing lembaga pendidikan. Tidak akan ada penambahan di luar yang sudah disepakati. ‘’Sepanjang anak mau bersekolah di mana pun, semua mendapatkan sekolah,’’ katanya. (bel/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/