Mendasar data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Ponorogo, RLS pada 2022 di angka 7,77 tahun (selengkapnya lihat grafis). Kendati angka tersebut masih terbilang rendah, pemkab bakal meningkatkan RLS. Tak tanggung-tanggung, pemkab bakal menyekolahkan gratis ribuan remaja putus sekolah hingga jenjang SMP.
‘’Saat ini dalam pendataan remaja yang putus sekolah, agar datanya lebih akurat,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Nurhadi Hanuri.
Remaja putus sekolah bakal didorong belajar di sanggar maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Tidak sekedar dibekali akademik, mereka juga bakal diberikan bekal keterampilan serta kewirausahaan. ‘’Seperti kejar paket istilahnya,’’ ungkapnya.
Pemkab rela merogoh kocek APBD sebesar Rp 1,2 miliar memutus mata rantai angka putus sekolah. Melalui upaya tersebut pihaknya berharap IPM Ponorogo bakal naik signifikan. ‘’Selain sisi akademik, mereka juga akan ditunjang keterampilan dan kewirausahaan,’’ sambungnya.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyatakan upaya menekan angka putus sekolah bagian dari ikhtiar pendidikan wajib 12 tahun. Untuk itu, pemkab bakal menyediakan anggarannya. ‘’Ayo remaja yang putus sekolah lanjutkan lagi pendidikannya,’’ ajak Kang Giri. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto