Jawa Pos Radar Madiun - Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-63, Universitas Brawijaya (UB) menggelar forum strategis bertajuk Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges.
Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Pan Sari Pacific, Jakarta, dan menjadi ruang pertemuan antara pemimpin pemerintahan, pelaku bisnis nasional, serta kalangan akademisi.
Forum tersebut menegaskan posisi Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong dialog kebijakan dan turut berkontribusi dalam merumuskan arah pembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Pelaksana yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Administrasi UB, Dr. Drs. Fadillah Amin, MAP., Ph.D.
Ia menjelaskan bahwa forum ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan sektor usaha dalam merespons tantangan global serta membangun Indonesia yang lebih adaptif dan berdaya saing.
Forum kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci menghadapi perubahan global.
Perguruan tinggi, menurutnya, memiliki peran strategis sebagai pusat pengetahuan dan penggerak inovasi yang harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan negara.
Sesi pemaparan utama diisi oleh Bhimo Aryanto, SE., MM, Senior Director Business Performances & Asset Optimization PT Danantara.
Ia menyoroti urgensi kerja sama antara sektor publik dan dunia usaha dalam menghadapi ketidakpastian global. Sinergi multipihak dinilai menjadi fondasi penting untuk melahirkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan.
Diskusi panel dipandu oleh Maya Karim, anchor TVRI, yang mengarahkan jalannya forum secara interaktif dan komunikatif.
Sejumlah tokoh dari institusi strategis nasional turut hadir sebagai panelis, di antaranya Andre Simangungsong, SE., MAF selaku Kepala Mandiri Institute, Hana Timoti, ST., MT selaku Senior Vice President Technology Innovation and Implementation PT Pertamina, Agus Riyanto, ST., MT selaku Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta Prof. Dr. M. R. Khoirul Muluk, M.Si., Guru Besar FIA UB sekaligus Presiden IAPA.
Para panelis membahas berbagai isu strategis, mulai dari ketahanan ekonomi nasional, transformasi energi, penguatan manajemen kebencanaan, hingga peran institusi publik dalam membangun pemerintahan yang adaptif.
Mengingat posisi Indonesia sebagai negara rawan bencana, diskusi juga menyoroti pentingnya sinergi antarlembaga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi bencana.
Diskusi berlangsung dinamis dan mudah dipahami, memberikan gambaran komprehensif mengenai tantangan serta peluang yang akan dihadapi Indonesia pada 2026.
Melalui forum ini, Universitas Brawijaya kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha melalui riset, inovasi, serta dialog kebijakan yang konstruktif.
Selain forum strategis, rangkaian peringatan Dies Natalis ke-63 Universitas Brawijaya juga diisi dengan berbagai kegiatan akademik, budaya, dan kemasyarakatan.
Agenda tersebut meliputi peringatan Hari Santri, Brawijaya Trail Run UB Forest, International Conference BICBATT, Research and Innovation Day, Nguri-uri Budaya Dapur, International Conference ICOPAG, Pemilihan Putra-Putri Brawijaya, Pameran Instalasi Batik, Student Competition AVISOC, Kenduri UB dan Pagelaran Wayang Kulit, Jambore Jazz Kampus, Napak Tilas Brawijaya, Jalan Sehat, CEO and Business Forum, Temu Alumni dan Jalan Sehat, serta Sidang Pleno Terbuka MWA. (*)
Editor : Mizan Ahsani