alexametrics
23.7 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Banjir Rendam Sejumlah Desa di Pacitan, Puluhan Warga Mengungsi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Hujan deras yang mengguyur Pacitan sejak Minggu (1/11) sore hingga Senin dini hari (2/11) menyebabkan sejumlah desa tergenang. Di antaranya Desa Kayen, Kembang, Sirnoboyo, Sukoharjo, Banjarjo, Kebonagung, dan Purwoasri. Beberapa desa di Kecamatan Pacitan dan Kebonagung itu terdampak banjir dari luapan Sungai Jelok.

Pihak BPBD Pacitan melaporkan debit banjir meluap melampaui tanggul dan parapet Sungai Jelok di Desa Sukoharjo. Selain itu, terjadi aliran balik alias black water pada sungai orde 3 yang membuat air tidak bisa masuk ke Kali Jelok. Di sisi lain, banjir telah menerobos melalui tanggul bronjong sungai bekas penanganan darurat bencana hidrometeorologi 2017 di Desa Kayen dan Purwoasri.

Akibat kejadian tersebut puluhan warga di tiga dusun di Desa Kayen meliputi Dusun Nogosari, Jelok dan Ngodong mengungsi. Karena rumah mereka telah tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Baca Juga :  Masih Ada Pemecatan Sepihak, Jukir Wadul ke Wali Kota

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Diannita Agustinawati mengaku data lengkap warga dan rumah yang terdampak banjir masih dihimpun. Yang jelas, saat ini banjir sudah mulai surut. Di samping itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan DPUPR terkait pengoperasian pintu air sungai dan tanggul di Kali Jelok. “Kami mengimbau kepada masyarakat terdampak untuk tetap tenang dan melakukan evakuasi mandiri. Saat ini pemantauan kondisi cuaca dan sungai terus dilakukan,” kata Diannita dalam keterangan rilisnya.

Pihaknya juga melaporkan hujan telah menyebabkan debit Sungai Jati di Desa Purworejo meluap. Terutama di sekitar Jembatan Purworejo yang menghubungkan antara Mentoro-Gunungsari. Dampaknya puluhan hektare sawah, rumah warga dan sejumlah fasilitas umum terendam air. (her)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Hujan deras yang mengguyur Pacitan sejak Minggu (1/11) sore hingga Senin dini hari (2/11) menyebabkan sejumlah desa tergenang. Di antaranya Desa Kayen, Kembang, Sirnoboyo, Sukoharjo, Banjarjo, Kebonagung, dan Purwoasri. Beberapa desa di Kecamatan Pacitan dan Kebonagung itu terdampak banjir dari luapan Sungai Jelok.

Pihak BPBD Pacitan melaporkan debit banjir meluap melampaui tanggul dan parapet Sungai Jelok di Desa Sukoharjo. Selain itu, terjadi aliran balik alias black water pada sungai orde 3 yang membuat air tidak bisa masuk ke Kali Jelok. Di sisi lain, banjir telah menerobos melalui tanggul bronjong sungai bekas penanganan darurat bencana hidrometeorologi 2017 di Desa Kayen dan Purwoasri.

Akibat kejadian tersebut puluhan warga di tiga dusun di Desa Kayen meliputi Dusun Nogosari, Jelok dan Ngodong mengungsi. Karena rumah mereka telah tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Baca Juga :  Simulasi Dulu sebelum Dibuka untuk Umum, Baru Beiji Park yang Paling Siap

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Diannita Agustinawati mengaku data lengkap warga dan rumah yang terdampak banjir masih dihimpun. Yang jelas, saat ini banjir sudah mulai surut. Di samping itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan DPUPR terkait pengoperasian pintu air sungai dan tanggul di Kali Jelok. “Kami mengimbau kepada masyarakat terdampak untuk tetap tenang dan melakukan evakuasi mandiri. Saat ini pemantauan kondisi cuaca dan sungai terus dilakukan,” kata Diannita dalam keterangan rilisnya.

Pihaknya juga melaporkan hujan telah menyebabkan debit Sungai Jati di Desa Purworejo meluap. Terutama di sekitar Jembatan Purworejo yang menghubungkan antara Mentoro-Gunungsari. Dampaknya puluhan hektare sawah, rumah warga dan sejumlah fasilitas umum terendam air. (her)

Artikel SebelumnyaBus Masa Depan
Artikel Selanjutnya Rebuilding Pasar Mlilir Sudah Separo Jalan

Most Read

Artikel Terbaru

/