alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Angin Bertiup Kencang, Petugas Kewalahan Padamkan Hutan yang Terbakar

PONOROGO – Kebakaran hutan di wilayah Ponorogo semakin menjadi. Kali ini giliran hutan RPH Slahung, BKPH Ponorogo Selatan, di Desa Menggare yang dilalap api. Hutan jati seluas enam hektare itu dikepung si jago merah sekitar pukul 05.00, Minggu (5/8).

Kapolsek Slahung AKP Paidi mengatakan, api dengan cepat membesar seketika lantaran lokasi penuh daun dan ranting kering. Apalagi, angin sedang bertiup kencang. ‘’Petugas hanya bisa melakukan upaya pemadaman dengan alat seadanya,’’ ujarnya.

Dia menyebut, petugas dari polsek, koramil, Perhutani, dan BPBD dibantu warga berusaha memadamkan api dengan ranting basah dan karung goni. Namun, upaya itu sia-sia. Hingga berita ini ditulis, api belum dapat dipadamkan.

Baca Juga :  Kondisi Korban Mes Karyawan Toko Emas Terbakar Tak Bisa Dikenali

Beruntung, lokasi kejadian jauh dari permukiman warga. Meski demikian, dia khawatir api merembet ke kawasan hutan lainnya. Pun kebakaran tersebut dikhawatirkan merusak ekosistem hutan. ‘’Kami belum tahu penyebab pastinya. Ini masih dalam penyelidikan,’’ sambungnya.

Kejadian itu menambah panjang insiden kebakaran hutan di Ponorogo pada musim kemarau ini. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir saja, di wilayah Kecamatan Slahung terjadi empat peristiwa alas kobong. Sebelumnya kebakaran terjadi di Desa Caluk dan Ngilo-ilo (dua kali). ‘’Terlepas dari penyebabnya apa, kami minta warga berhati-hati saat menyalakan api di kawasan hutan. Juga jangan membuang puntung rokok sembarangan,’’ pinta kapolsek. (mg7/c1/isd)

PONOROGO – Kebakaran hutan di wilayah Ponorogo semakin menjadi. Kali ini giliran hutan RPH Slahung, BKPH Ponorogo Selatan, di Desa Menggare yang dilalap api. Hutan jati seluas enam hektare itu dikepung si jago merah sekitar pukul 05.00, Minggu (5/8).

Kapolsek Slahung AKP Paidi mengatakan, api dengan cepat membesar seketika lantaran lokasi penuh daun dan ranting kering. Apalagi, angin sedang bertiup kencang. ‘’Petugas hanya bisa melakukan upaya pemadaman dengan alat seadanya,’’ ujarnya.

Dia menyebut, petugas dari polsek, koramil, Perhutani, dan BPBD dibantu warga berusaha memadamkan api dengan ranting basah dan karung goni. Namun, upaya itu sia-sia. Hingga berita ini ditulis, api belum dapat dipadamkan.

Baca Juga :  Rumah Hancur Tertimpa Pohon Tumbang

Beruntung, lokasi kejadian jauh dari permukiman warga. Meski demikian, dia khawatir api merembet ke kawasan hutan lainnya. Pun kebakaran tersebut dikhawatirkan merusak ekosistem hutan. ‘’Kami belum tahu penyebab pastinya. Ini masih dalam penyelidikan,’’ sambungnya.

Kejadian itu menambah panjang insiden kebakaran hutan di Ponorogo pada musim kemarau ini. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir saja, di wilayah Kecamatan Slahung terjadi empat peristiwa alas kobong. Sebelumnya kebakaran terjadi di Desa Caluk dan Ngilo-ilo (dua kali). ‘’Terlepas dari penyebabnya apa, kami minta warga berhati-hati saat menyalakan api di kawasan hutan. Juga jangan membuang puntung rokok sembarangan,’’ pinta kapolsek. (mg7/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/