alexametrics
31.3 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Pencuri Kotak Amal Tewas di Sel Tahanan

NGAWI – Sugimin, salah seorang narapidana Lapas Kelas II B Ngawi, dijemput ajal Jumat pagi (7/9). Pria 56 tahun itu ditemukan tak bernyawa di dalam selnya. ‘’Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Nadjib.

Sugimin yang menghuni lapas karena tersangkut kasus pencurian kotak amal itu diketahui tidak bernapas lagi sekitar pukul 04.30. Polisi yang mendapat laporan dari pihak lapas bergegas ke lokasi kejadian. Olah TKP pun digelar. Hasil sementara, tidak ditemukan benda-benda mencurigakan.

Kepala Keamanan Lapas Kelas II B Ngawi Irphan Dwi Sandjojo mengklaim kematian Sugimin di sel blok F kamar nomor 2 itu karena sakit. Klaim itu diperkuat keterangan pihak keluarga yang menyatakan Sugimin menderita diabetes.

Baca Juga :  Sehari, Dua Kebakaran di Bandar dan Nawangan

Irphan menuturkan, Sugimin sengaja ditempatkan di kamar pengasingan tersebut. Alasannya, supaya lebih mudah memberikan perawatan kesehatannya. ‘’Jadi, yang bersangkutan ditempatkan di ruang pengasingan bukan karena pelanggaran disiplin,’’ tegasnya. (mg8/c1/sat)

 

NGAWI – Sugimin, salah seorang narapidana Lapas Kelas II B Ngawi, dijemput ajal Jumat pagi (7/9). Pria 56 tahun itu ditemukan tak bernyawa di dalam selnya. ‘’Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Nadjib.

Sugimin yang menghuni lapas karena tersangkut kasus pencurian kotak amal itu diketahui tidak bernapas lagi sekitar pukul 04.30. Polisi yang mendapat laporan dari pihak lapas bergegas ke lokasi kejadian. Olah TKP pun digelar. Hasil sementara, tidak ditemukan benda-benda mencurigakan.

Kepala Keamanan Lapas Kelas II B Ngawi Irphan Dwi Sandjojo mengklaim kematian Sugimin di sel blok F kamar nomor 2 itu karena sakit. Klaim itu diperkuat keterangan pihak keluarga yang menyatakan Sugimin menderita diabetes.

Baca Juga :  Kaitkan dengan Hasil Pilkades, Kades Pucangan Bantah Salah Gunakan Jabatan

Irphan menuturkan, Sugimin sengaja ditempatkan di kamar pengasingan tersebut. Alasannya, supaya lebih mudah memberikan perawatan kesehatannya. ‘’Jadi, yang bersangkutan ditempatkan di ruang pengasingan bukan karena pelanggaran disiplin,’’ tegasnya. (mg8/c1/sat)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/