alexametrics
29.9 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Hutan Wisata Coban Lawe Longsor

PONOROGO – Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba bukit dekat kawasan wisata Air Terjun Coban Lawe, Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Ponorogo, longsor. Itu terjadi pukul 12.00, Kamis (12/7). Tepatnya di lahan milik Perhutani petak 137A RPH Pudak BKPH Wilis Selatan KPH Lawu. ‘’Lokasi itu baru pertama kali ini longsor. Kami juga heran soalnya ini musim kemarau,’’ kata Kapolsek Pudak Iptu Nanang Budianto.

Berdasarkan keterangan Sarni, saksi mata, tanah seluas 1 hektare tersebut tiba-tiba longsor. Beruntung, pada waktu kejadian dia sedang mencari rumput sehingga dapat menyelamatkan diri. ‘’Saksi itu sedang ada di bawah lokasi, sehingga dia langsung lari. Kemudian melapor ke petugas,’’ ujar Nanang.

Namun demikian, Sarni harus merelakan sepeda motornya tertimbun tanah. Dia begitu panik sehingga tidak sempat membawa sepeda motornya. ‘’Untung tidak ada korban, hanya motor saksi yang digunakan untuk mencari rumput tertimpa longsor,’’ ungkap Nanang.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, diperkirakan 200 pohon mahoni yang tumbuh di lokasi tumbang terbawa longsor. Ditaksir kerugian mencapai Rp 81,7 juta. ‘’Tanahnya bergerak, persis kejadian di Banaran. Tapi bedanya volumenya ini lebih kecil,’’ sambungnya.

Baca Juga :  PMK Tembus 4 Ribu Kasus, Pemkab Ponorogo Krisis Mantri Hewan

Nanang belum mengetahui pasti penyebab longsor tersebut. Dia menduga lokasi yang berdekatan dengan sumber Air Terjun Coban Lawe. ‘’Karena tanah itu mengalir ke bawah dibawa air. Pohon di lokasi semuanya ikut,’’ paparnya.

Khawatir terjadi longsor susulan, pihaknya melakukan pengamanan lokasi. Jika ada warga yang ingin melihat lalu tiba-tiba terjadi longsor susulan, ujar Nanang, siapa yang mau bertanggung jawab. ‘’Tentu kami antisipasi, khawatir ada longsor susulan,’’ tegasnya.

Pihaknya mengimbau kepada warga untuk waspada. Terutama saat melintas di wilayah yang langganan longsor. Pun dia meminta kepada warga untuk segera lapor petugas ketika mengetahui ada longsor.

Sementara, BPBD setempat enggan memberikan penjelasan terkait kejadian itu. ‘’Agar kami dapat langsung turun ke lokasi dan memastikan tidak ada korban jiwa. Untuk daerah rawan longsor, bukan kewenangan kami,’’ tukasnya. (mg7/c1/rif)

PONOROGO – Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba bukit dekat kawasan wisata Air Terjun Coban Lawe, Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Ponorogo, longsor. Itu terjadi pukul 12.00, Kamis (12/7). Tepatnya di lahan milik Perhutani petak 137A RPH Pudak BKPH Wilis Selatan KPH Lawu. ‘’Lokasi itu baru pertama kali ini longsor. Kami juga heran soalnya ini musim kemarau,’’ kata Kapolsek Pudak Iptu Nanang Budianto.

Berdasarkan keterangan Sarni, saksi mata, tanah seluas 1 hektare tersebut tiba-tiba longsor. Beruntung, pada waktu kejadian dia sedang mencari rumput sehingga dapat menyelamatkan diri. ‘’Saksi itu sedang ada di bawah lokasi, sehingga dia langsung lari. Kemudian melapor ke petugas,’’ ujar Nanang.

Namun demikian, Sarni harus merelakan sepeda motornya tertimbun tanah. Dia begitu panik sehingga tidak sempat membawa sepeda motornya. ‘’Untung tidak ada korban, hanya motor saksi yang digunakan untuk mencari rumput tertimpa longsor,’’ ungkap Nanang.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, diperkirakan 200 pohon mahoni yang tumbuh di lokasi tumbang terbawa longsor. Ditaksir kerugian mencapai Rp 81,7 juta. ‘’Tanahnya bergerak, persis kejadian di Banaran. Tapi bedanya volumenya ini lebih kecil,’’ sambungnya.

Baca Juga :  PMK Tembus 4 Ribu Kasus, Pemkab Ponorogo Krisis Mantri Hewan

Nanang belum mengetahui pasti penyebab longsor tersebut. Dia menduga lokasi yang berdekatan dengan sumber Air Terjun Coban Lawe. ‘’Karena tanah itu mengalir ke bawah dibawa air. Pohon di lokasi semuanya ikut,’’ paparnya.

Khawatir terjadi longsor susulan, pihaknya melakukan pengamanan lokasi. Jika ada warga yang ingin melihat lalu tiba-tiba terjadi longsor susulan, ujar Nanang, siapa yang mau bertanggung jawab. ‘’Tentu kami antisipasi, khawatir ada longsor susulan,’’ tegasnya.

Pihaknya mengimbau kepada warga untuk waspada. Terutama saat melintas di wilayah yang langganan longsor. Pun dia meminta kepada warga untuk segera lapor petugas ketika mengetahui ada longsor.

Sementara, BPBD setempat enggan memberikan penjelasan terkait kejadian itu. ‘’Agar kami dapat langsung turun ke lokasi dan memastikan tidak ada korban jiwa. Untuk daerah rawan longsor, bukan kewenangan kami,’’ tukasnya. (mg7/c1/rif)

Artikel SebelumnyaPersinga Buru Victory Perdana
Artikel Selanjutnya Dewan Desak Perbaikan Pipa

Most Read

Artikel Terbaru

/