alexametrics
31.2 C
Madiun
Tuesday, July 5, 2022

Terperosok Jurang, Nyawa Kadi Melayang

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kadi, warga RT 2 RW 9, Wonorejo, Tapen, Lembeyan, Magetan, tewas mengenaskan di jurang. Diduga, kakek 71 tahun itu celaka saat hendak pulang dari rumah anaknya, Saimin, 48.

Jasadnya ditemukan warga sekitar pukul 09.30 kemarin (14/10). Setelah sempat menjadi pencarian keluarga sejak pukul 05.00. ‘’Ditemukan di jurang desa setempat,’’ kata Kapolsek Lembeyan AKP Suyatni.

Korban, sebut Suyatni, mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Akibat benturan dengan bebatuan jurang. Namun, meninggalnya dipastikan murni kecelakaan. Bukan sebab penganiayaan. ‘’Sehari-harinya korban bertani di sawah,’’ ujarnya.

Kuat dugaan, korban terjatuh akibat pandangannya yang mulai terganggu karena faktor usia. Apalagi, dari rumah anaknya itu korban pulang pada malam hari. Sangat dimungkinkan, korban tak bisa melihat dengan jelas jalan yang biasa dilewatinya itu. ‘’Wilayah itu memang pegunungan. Jika ada orang tua yang berjalan sendirian, sebaiknya diantarkan,’’ imbaunya. (fat/c1/fin)

Baca Juga :  Ratusan Pedagang Eksodus Pasar Pon Kota Madiun

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kadi, warga RT 2 RW 9, Wonorejo, Tapen, Lembeyan, Magetan, tewas mengenaskan di jurang. Diduga, kakek 71 tahun itu celaka saat hendak pulang dari rumah anaknya, Saimin, 48.

Jasadnya ditemukan warga sekitar pukul 09.30 kemarin (14/10). Setelah sempat menjadi pencarian keluarga sejak pukul 05.00. ‘’Ditemukan di jurang desa setempat,’’ kata Kapolsek Lembeyan AKP Suyatni.

Korban, sebut Suyatni, mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya. Akibat benturan dengan bebatuan jurang. Namun, meninggalnya dipastikan murni kecelakaan. Bukan sebab penganiayaan. ‘’Sehari-harinya korban bertani di sawah,’’ ujarnya.

Kuat dugaan, korban terjatuh akibat pandangannya yang mulai terganggu karena faktor usia. Apalagi, dari rumah anaknya itu korban pulang pada malam hari. Sangat dimungkinkan, korban tak bisa melihat dengan jelas jalan yang biasa dilewatinya itu. ‘’Wilayah itu memang pegunungan. Jika ada orang tua yang berjalan sendirian, sebaiknya diantarkan,’’ imbaunya. (fat/c1/fin)

Baca Juga :  Dikerjakan Bertahap, Proyek Jembatan Randu Kuning Telan Rp 4 Miliar

Most Read

Artikel Terbaru

/