alexametrics
23.7 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Denpom Sisir Sepuluh Tempat Hiburan Malam

MADIUN – Anggota Denpom V/1 Madiun terpaksa pulang dengan tangan hampa, Minggu dini hari (16/9). Pasalnya, meski sudah berjam-jam melaksanakan razia dan keluar-masuk tempat hiburan malam (THM) dan karaoke keluarga, apa yang mereka cari tidak didapati. Tidak ada satu pun anggota TNI yang melanggar disiplin militer. ’’Kami antisipasi, biasanya malam Minggu ada yang masuk THM,’’ kata Dansatlak Gakkumwal Denpom V/1 Madiun Subagyo.

Jawa Pos Radar Madiun menerima undangan mengikuti razia penegakan disiplin oleh denpom, Sabtu malam (15/9). Sasaran mereka THM lantaran anggota TNI haram menjejakkan kaki di sana, mengacu Perpang TNI 44/2015 tentang Disiplin Militer. Subagyo dan rekannya memulai apel sekitar pukul 22.30. Selain Subagyo, 24 anggota denpom mengikuti razia tersebut. Iring-iringan tiga mobil bergerak dari denpom menuju New Castle Pub Karaoke & Resto yang menjadi sasaran pertama razia. Mereka tiba tepat pukul 23.00.

Di tempat karaoke tersebut, petugas memeriksa kartu identitas para pengunjung. Rupanya, hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit para anggota denpom keluar dari New Castle. Mereka beralih ke sasaran berikutnya. Total sepuluh THM disambangi anggota denpom. Termasuk In Lounge Pub Resto & Karaoke dan Fire Club Restaurant & Discotheque. Khusus In Lounge, pada razia serupa 25 Maret lalu, denpom mengamankan lima oknum anggota TNI asyik dugem di THM tersebut. Namun, kemarin nihil.

Baca Juga :  Wali Kota Madiun Temukan Dua Ton Minyak Goreng saat Sidak ke Distributor

Rata-rata dalam setiap memeriksa THM, anggota denpom hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit. Petugas menyudahi razia pukul 00.43. Tidak ada yang dibawa kembali ke markas mereka. Subagyo mengaku puas. ’’Ini sudah cukup bagus, karena tidak ditemukan adanya anggota TNI di razia kali ini. Seluruhnya (pengunjung THM, Red) murni sipil,’’ terang Subagyo.

Subagyo merasa perlu melaksanakan razia disiplin lantaran untuk memastikan anggota TNI yang bertugas di Kota Karismatik mampu bertata laku tidak menyimpang. Perpang TNI 44/2015 menjadi landasan hukum yang coba ditegakkan. Di peraturan tersebut, tertera jika anggota TNI dilarang mendatangi rumah pelacuran, menenggak miras atau mabuk-mabukan, serta mendatangi THM atas alasan tidak patut. ’’Ini langkah antisipasi. Kalau ada kami tindak,’’ bebernya.

Menurut Subagyo, ke depan pemeriksaan perlu dilakukan menyeluruh. Tidak sekadar dilakukan oleh denpom. Namun juga melibatkan instansi terkait lainnya macam satpol PP. Dengan demikian, penindakan terhadap suatu pelanggaran bisa dilakukan secara maksimal. Tidak sekadar mendisiplinkan anggota TNI. (naz/c1/ota)

 

MADIUN – Anggota Denpom V/1 Madiun terpaksa pulang dengan tangan hampa, Minggu dini hari (16/9). Pasalnya, meski sudah berjam-jam melaksanakan razia dan keluar-masuk tempat hiburan malam (THM) dan karaoke keluarga, apa yang mereka cari tidak didapati. Tidak ada satu pun anggota TNI yang melanggar disiplin militer. ’’Kami antisipasi, biasanya malam Minggu ada yang masuk THM,’’ kata Dansatlak Gakkumwal Denpom V/1 Madiun Subagyo.

Jawa Pos Radar Madiun menerima undangan mengikuti razia penegakan disiplin oleh denpom, Sabtu malam (15/9). Sasaran mereka THM lantaran anggota TNI haram menjejakkan kaki di sana, mengacu Perpang TNI 44/2015 tentang Disiplin Militer. Subagyo dan rekannya memulai apel sekitar pukul 22.30. Selain Subagyo, 24 anggota denpom mengikuti razia tersebut. Iring-iringan tiga mobil bergerak dari denpom menuju New Castle Pub Karaoke & Resto yang menjadi sasaran pertama razia. Mereka tiba tepat pukul 23.00.

Di tempat karaoke tersebut, petugas memeriksa kartu identitas para pengunjung. Rupanya, hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit para anggota denpom keluar dari New Castle. Mereka beralih ke sasaran berikutnya. Total sepuluh THM disambangi anggota denpom. Termasuk In Lounge Pub Resto & Karaoke dan Fire Club Restaurant & Discotheque. Khusus In Lounge, pada razia serupa 25 Maret lalu, denpom mengamankan lima oknum anggota TNI asyik dugem di THM tersebut. Namun, kemarin nihil.

Baca Juga :  Sembilan Warga Kota Madiun Terpapar Omicron

Rata-rata dalam setiap memeriksa THM, anggota denpom hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit. Petugas menyudahi razia pukul 00.43. Tidak ada yang dibawa kembali ke markas mereka. Subagyo mengaku puas. ’’Ini sudah cukup bagus, karena tidak ditemukan adanya anggota TNI di razia kali ini. Seluruhnya (pengunjung THM, Red) murni sipil,’’ terang Subagyo.

Subagyo merasa perlu melaksanakan razia disiplin lantaran untuk memastikan anggota TNI yang bertugas di Kota Karismatik mampu bertata laku tidak menyimpang. Perpang TNI 44/2015 menjadi landasan hukum yang coba ditegakkan. Di peraturan tersebut, tertera jika anggota TNI dilarang mendatangi rumah pelacuran, menenggak miras atau mabuk-mabukan, serta mendatangi THM atas alasan tidak patut. ’’Ini langkah antisipasi. Kalau ada kami tindak,’’ bebernya.

Menurut Subagyo, ke depan pemeriksaan perlu dilakukan menyeluruh. Tidak sekadar dilakukan oleh denpom. Namun juga melibatkan instansi terkait lainnya macam satpol PP. Dengan demikian, penindakan terhadap suatu pelanggaran bisa dilakukan secara maksimal. Tidak sekadar mendisiplinkan anggota TNI. (naz/c1/ota)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/