alexametrics
29 C
Madiun
Thursday, June 30, 2022

Kondisi Korban Mes Karyawan Toko Emas Terbakar Tak Bisa Dikenali

MAGETAN – Pujiharti dan Muyoko hanya bisa pasrah ketika api membakar habis rumah mereka di Jalan Raya Tebon, Barat, Rabu dini hari (20/2). Kebakaran itu juga mengakibatkan seorang karyawannya, Didik Budi Sartono, 50, warga Kelurahan Tambran, Kecamatan Magetan, tewas.

Korban ditemukan dalam kamar dengan kondisi hangus terbakar serta tertimpa reruntuhan bangunan. Saat kejadian, korban diketahui sedang tidur.

Kapolsek Barat Muhammad Munir Palevi menyatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Dari temuan sementara, dia menduga sebaran api berawal dari salah satu kamar di lantai 2. ‘’Yang terbakar adalah gudang serta ruang mes karyawan toko emas Dewi Sri milik Pujiharti,’’ kata kapolsek.

Pihaknya baru menerima laporan terkait kebakaran tersebut sekitar pukul 01.30. Tiga unit mobil pemadam kebakaran langsung tiba setengah jam kemudian.

Pemadaman butuh waktu satu jam. Saat memadamkan, petugas PMK dari Satpol PP dan Damkar Magetan hanya bisa melakukan pemadaman tanpa bisa masuk ke lantai 2 karena nyala api sudah membesar. Lokasi kebakaran juga berada di bagian belakang toko emas.

Setelah padam, PMK melakukan pembasahan hingga pukul 03.30. Saat itulah mereka baru menyadari bahwa ada korban meninggal. ’’Setelah tahu ada korban, kami langsung lakukan evakuasi. Tapi, kondisi korban sudah tidak dapat dikenali karena mengalami luka bakar 100 persen,’’ jelas Munir.

Baca Juga :  Sosialisasi Pilkades E-Voting Magetan Masih Tunggu Alat

Soal penyebab, dia mengatakan belum bisa menyimpulkan. Dilihat dari kondisi plafon lantai 2 yang runtuh, penyebab kebakaran bisa ditengarai akibat korsleting listrik. Namun demikian, pihaknya tetap belum bisa memastikan. Munir mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan tim labfor. ’’Nanti dulu. Kami harus periksa lebih saksama untuk tahu penyebab,’’ terangnya.

Kebakaran kali pertama diketahui oleh Hadi saat sedang memberi makan kambing miliknya. Hadi yang rumahnya bersebelahan dengan tempat tinggal Pujiharti itu kaget ketika mendapati api menyala dari bangunan lantai 2. Di situ terdapat lima kamar. Salah satunya ditempati oleh korban, Didik.

Hadi selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Barat. Dia juga berusaha membangunkan warga untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Munir mengungkapkan, dari hasil penghitungan sementara, kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta. Sampai dengan kemarin petang, polisi masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. (mgc/c1/her)

MAGETAN – Pujiharti dan Muyoko hanya bisa pasrah ketika api membakar habis rumah mereka di Jalan Raya Tebon, Barat, Rabu dini hari (20/2). Kebakaran itu juga mengakibatkan seorang karyawannya, Didik Budi Sartono, 50, warga Kelurahan Tambran, Kecamatan Magetan, tewas.

Korban ditemukan dalam kamar dengan kondisi hangus terbakar serta tertimpa reruntuhan bangunan. Saat kejadian, korban diketahui sedang tidur.

Kapolsek Barat Muhammad Munir Palevi menyatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Dari temuan sementara, dia menduga sebaran api berawal dari salah satu kamar di lantai 2. ‘’Yang terbakar adalah gudang serta ruang mes karyawan toko emas Dewi Sri milik Pujiharti,’’ kata kapolsek.

Pihaknya baru menerima laporan terkait kebakaran tersebut sekitar pukul 01.30. Tiga unit mobil pemadam kebakaran langsung tiba setengah jam kemudian.

Pemadaman butuh waktu satu jam. Saat memadamkan, petugas PMK dari Satpol PP dan Damkar Magetan hanya bisa melakukan pemadaman tanpa bisa masuk ke lantai 2 karena nyala api sudah membesar. Lokasi kebakaran juga berada di bagian belakang toko emas.

Setelah padam, PMK melakukan pembasahan hingga pukul 03.30. Saat itulah mereka baru menyadari bahwa ada korban meninggal. ’’Setelah tahu ada korban, kami langsung lakukan evakuasi. Tapi, kondisi korban sudah tidak dapat dikenali karena mengalami luka bakar 100 persen,’’ jelas Munir.

Baca Juga :  Persiapan Livoli Magetan Sudah 70 Persen

Soal penyebab, dia mengatakan belum bisa menyimpulkan. Dilihat dari kondisi plafon lantai 2 yang runtuh, penyebab kebakaran bisa ditengarai akibat korsleting listrik. Namun demikian, pihaknya tetap belum bisa memastikan. Munir mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan tim labfor. ’’Nanti dulu. Kami harus periksa lebih saksama untuk tahu penyebab,’’ terangnya.

Kebakaran kali pertama diketahui oleh Hadi saat sedang memberi makan kambing miliknya. Hadi yang rumahnya bersebelahan dengan tempat tinggal Pujiharti itu kaget ketika mendapati api menyala dari bangunan lantai 2. Di situ terdapat lima kamar. Salah satunya ditempati oleh korban, Didik.

Hadi selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Barat. Dia juga berusaha membangunkan warga untuk membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Munir mengungkapkan, dari hasil penghitungan sementara, kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta. Sampai dengan kemarin petang, polisi masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. (mgc/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/