alexametrics
24.8 C
Madiun
Monday, July 4, 2022

Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Polisi menyelidiki penyebab di balik tewasnya Maryono, warga Desa Wringinanom, Sambit, Ponorogo, Senin malam (20/4). Senin (21/4) jasad pria yang ditemukan tergeletak bersimbah darah di rumahnya itu diotopsi. ‘’Masih dalam penyelidikan,’’ kata Kapolsek Sambit AKP Sutriatno.

Sutriatno menceritakan, sekitar pukul 20.30 Parto yang tengah berada di warung kopi dekat rumah Maryono curiga. Dia melihat lampu rumah tetangganya tidak menyala. Padahal hari sudah gelap. Dia lantas mengajak Mohamad Arbain Nawawi mencari tahu.

Keduanya lantas mengintip ke dalam rumah melalui jendela dan ventilasi di pintu depan rumah Maryono. ‘’Hanya terlihat kaki korban sedang selonjor di lantai. Tapi dipanggil tidak ada jawaban,’’ ungkapnya.

Parto dan Nawawi lantas mencoba menghubungi anak korban. Setelah anak korban tiba, keduanya berani membuka pintu rumah. Ternyata, Maryono tergeletak bersimbah darah di lantai. ‘’Saksi melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, kemudian ada luka memar di pelipis sebelah kanan atas,’’ bebernya.

Baca Juga :  HUT ke-72, Polwan Bagikan Masker, Bunga dan Cokelat

Mengetahui kejadian tersebut, para tetangga Maryono lantas melapor ke Mapolsek Sambit. Sutriatno turun langsung meninjau lokasi bersama anggotanya. Dari hasil penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit handphone,  baju, celana, sarung yang dikenakan Maryono, sepasang sandal jepit, serta satu buah tas berisi uang dan identitas diri.

Hingga kemarin siang, belum ada hasil yang dapat diinformasikan. ‘’Dari visum luar oleh Tim Inafis Polres Ponorogo dan Puskesmas Wringinanom. Kami masih menunggu hasil otopsi untuk mengembangkan penyelidikan,’’ ujarnya. (naz/c1/sat)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Polisi menyelidiki penyebab di balik tewasnya Maryono, warga Desa Wringinanom, Sambit, Ponorogo, Senin malam (20/4). Senin (21/4) jasad pria yang ditemukan tergeletak bersimbah darah di rumahnya itu diotopsi. ‘’Masih dalam penyelidikan,’’ kata Kapolsek Sambit AKP Sutriatno.

Sutriatno menceritakan, sekitar pukul 20.30 Parto yang tengah berada di warung kopi dekat rumah Maryono curiga. Dia melihat lampu rumah tetangganya tidak menyala. Padahal hari sudah gelap. Dia lantas mengajak Mohamad Arbain Nawawi mencari tahu.

Keduanya lantas mengintip ke dalam rumah melalui jendela dan ventilasi di pintu depan rumah Maryono. ‘’Hanya terlihat kaki korban sedang selonjor di lantai. Tapi dipanggil tidak ada jawaban,’’ ungkapnya.

Parto dan Nawawi lantas mencoba menghubungi anak korban. Setelah anak korban tiba, keduanya berani membuka pintu rumah. Ternyata, Maryono tergeletak bersimbah darah di lantai. ‘’Saksi melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, kemudian ada luka memar di pelipis sebelah kanan atas,’’ bebernya.

Baca Juga :  Bayi Kembar Tiga Lahir di RSUD Hardjono

Mengetahui kejadian tersebut, para tetangga Maryono lantas melapor ke Mapolsek Sambit. Sutriatno turun langsung meninjau lokasi bersama anggotanya. Dari hasil penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit handphone,  baju, celana, sarung yang dikenakan Maryono, sepasang sandal jepit, serta satu buah tas berisi uang dan identitas diri.

Hingga kemarin siang, belum ada hasil yang dapat diinformasikan. ‘’Dari visum luar oleh Tim Inafis Polres Ponorogo dan Puskesmas Wringinanom. Kami masih menunggu hasil otopsi untuk mengembangkan penyelidikan,’’ ujarnya. (naz/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/