alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Ditinggal Berkebun, Rumah Surono Tinggal Puing

NGAWI – Selain kekeringan, insiden kebakaran rentan terjadi di musim kemarau. Nasib malang itu menimpa Surono, 35, warga Dusun Pojok, Desa Kayutrejo, Widodaren. Rumahnya ludes terbakar saat ditinggal berkebun. ‘’Diduga terbakar karena korsleting,’’ kata Kapolsek Widodaren AKP Juwahir seusai olah TKP, Senin (21/5).

Kebakaran sekitar 12.15 itu terjadi saat si pemilik rumah sedang mencari rumput. Saat itu istri Surono sedang belanja keperluan buka puasa. Praktis, tak ada penghuni saat rumah itu dilalap api. Pertama kali kebakaran itu diketahui Sudarsi, tetangganya. ‘’Itu pun terlambat karena api sudah membakar sebagian dapur yang berdinding kayu itu,’’ ujarnya.

Spontan, Sudarsi berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga pun berduyun membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Sekaligus menyelamatkan barang-barang berharga di rumah. ‘’Tapi apinya telanjur membesar hingga melalap habis rumah itu,’’ lanjut kapolsek.

Juwahir tetap mengapresiasi kesigapan warga setempat yang cepat mengisolasi kobaran api. Sehingga tak sampai merembet ke rumah-rumah di sekitarnya. Di sekitar TKP, terdapat beberapa rumah yang berdekatan. ‘’Cepatnya kobaran api juga didukung cuaca kemarau saat ini,’’ terangnya.

Sementara dugaan korsleting dikuatkan dengan temuan bekas kabel magic com yang terbakar. Dia pun mengamankan sebagian sisa kabel itu berikut tiang kayu yang ikut terbakar akibat korsleting. Kendati tak menjatuhkan korban jiwa, kerugian materiil kebakaran mencapai puluhan juta. ‘’Sebenarnya kami juga telah menghubungi  petugas pemadam kebakaran. Tapi kalaupun sampai ke sini pasti kesulitan, karena jalan masuk ke TKP sempit. Aksesnya juga jauh dari kota,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Surat: Dulu Jadi Wartawan Itu Berat

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Ngawi Eko Heru Tjahjono mengaku tak ada laporan kebakaran rumah. Dia juga sudah memastikan dengan meminta keterangan anak buahnya. Menurut dia, semestinya setiap ada kejadian kebakaran pihaknya pasti mendapatkan laporan. Entah itu dari pihak warga, perangkat desa, maupun petugas kepolisian setempat. ‘’Saya tidak tahu dan sudah pastikan tidak ada laporan yang masuk,’’ katanya.

Kendati tak tahu-menahu soal kabar tersebut, dia membenarkan bila lokasi kebakaran itu cukup jauh dari jangkauannya. Kemungkinan besar, api juga sudah padam sebelum petugasnya tiba di lokasi. Namun, dia juga memastikan, jika ada laporan kebakaran pasti akan mengirimkan petugasnya untuk turun ke lapangan. ‘’Kalau dilapori pasti langsung kami kirim petugas ke lokasi,’’ ujarnya. (tif/c1/fin)

NGAWI – Selain kekeringan, insiden kebakaran rentan terjadi di musim kemarau. Nasib malang itu menimpa Surono, 35, warga Dusun Pojok, Desa Kayutrejo, Widodaren. Rumahnya ludes terbakar saat ditinggal berkebun. ‘’Diduga terbakar karena korsleting,’’ kata Kapolsek Widodaren AKP Juwahir seusai olah TKP, Senin (21/5).

Kebakaran sekitar 12.15 itu terjadi saat si pemilik rumah sedang mencari rumput. Saat itu istri Surono sedang belanja keperluan buka puasa. Praktis, tak ada penghuni saat rumah itu dilalap api. Pertama kali kebakaran itu diketahui Sudarsi, tetangganya. ‘’Itu pun terlambat karena api sudah membakar sebagian dapur yang berdinding kayu itu,’’ ujarnya.

Spontan, Sudarsi berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga pun berduyun membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Sekaligus menyelamatkan barang-barang berharga di rumah. ‘’Tapi apinya telanjur membesar hingga melalap habis rumah itu,’’ lanjut kapolsek.

Juwahir tetap mengapresiasi kesigapan warga setempat yang cepat mengisolasi kobaran api. Sehingga tak sampai merembet ke rumah-rumah di sekitarnya. Di sekitar TKP, terdapat beberapa rumah yang berdekatan. ‘’Cepatnya kobaran api juga didukung cuaca kemarau saat ini,’’ terangnya.

Sementara dugaan korsleting dikuatkan dengan temuan bekas kabel magic com yang terbakar. Dia pun mengamankan sebagian sisa kabel itu berikut tiang kayu yang ikut terbakar akibat korsleting. Kendati tak menjatuhkan korban jiwa, kerugian materiil kebakaran mencapai puluhan juta. ‘’Sebenarnya kami juga telah menghubungi  petugas pemadam kebakaran. Tapi kalaupun sampai ke sini pasti kesulitan, karena jalan masuk ke TKP sempit. Aksesnya juga jauh dari kota,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  337 Pengusaha Kecil di Ngawi Gagal Dapat Bantuan

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Ngawi Eko Heru Tjahjono mengaku tak ada laporan kebakaran rumah. Dia juga sudah memastikan dengan meminta keterangan anak buahnya. Menurut dia, semestinya setiap ada kejadian kebakaran pihaknya pasti mendapatkan laporan. Entah itu dari pihak warga, perangkat desa, maupun petugas kepolisian setempat. ‘’Saya tidak tahu dan sudah pastikan tidak ada laporan yang masuk,’’ katanya.

Kendati tak tahu-menahu soal kabar tersebut, dia membenarkan bila lokasi kebakaran itu cukup jauh dari jangkauannya. Kemungkinan besar, api juga sudah padam sebelum petugasnya tiba di lokasi. Namun, dia juga memastikan, jika ada laporan kebakaran pasti akan mengirimkan petugasnya untuk turun ke lapangan. ‘’Kalau dilapori pasti langsung kami kirim petugas ke lokasi,’’ ujarnya. (tif/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/