alexametrics
24.1 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Proyek Overpass Tol Ngawi-Mantingan Jadi ”Pabrik” Debu

NGAWI – Beberapa warga di Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, mengeluhkan sesak napas. Kini, setiap harinya udara di lingkungan proyek overpass tol Ngawi-Mantingan itu diselimuti debu. Terlebih, mereka yang masih tinggal di permukiman terdampak megaproyek nasional tersebut. Sementara progres pembebasan lahan tak kunjung tuntas hingga sekarang. ‘’Debunya banyak yang masuk rumah, sesak napas jadinya,’’ kata Samiyem, warga setempat yang rumahnya tepat di ujung selatan overpass Kedungharjo I.

Debu dari tanah uruk overpass seketika mengepul berhamburan ketika dilintasi kendaraan. Tak pelak, rumah Samiyem yang berada di pinggir jalan langsung terimbas. Debu-debu langsung masuk ke rumahnya. Selain menyebabkan kotor, dia juga kerap didera sesak napas akibat debu yang berhamburan kelewat banyak. Upaya menyirami dengan air hanya memberi dampak sesaat lantaran musim kemarau dibarengi angin kencang. Belakangan, Samiyem pilih menutup pintu rumahnya rapat-rapat. Setidaknya, debu sedikit terhalang dan tidak masuk rumah secara langsung. ‘’Baju jadi kotor kalau toko dibuka, pengunjung juga sepi,” tuturnya.

Samiyem beserta keluarganya kini hanya bisa gigit jari. Salah satu warga terdampak infrastruktur tol Ngawi-Mantingan ini tak bisa berbuat banyak. Posisi rumahnya kini belum jelas. Apakah bakal dilindas overpass tol atau tidak. Hingga sekarang belum ada persetujuan pasti terkait harga ganti rugi tanah plus bangunan tersebut. Dia berharap agar semuanya lekas diperjelas. ”Kalau memang kena tol, mbok ya cepat diurusi segala sesuatunya. Orang kecil seperti kami ini yang kena getahnya,’’ keluh Samiyem.

Baca Juga :  Sulap RTH Jadi Jujugan Wisata Ngawi

Diketahui, overpass Kedungharjo I bermasalah. Yakni, tak kunjung rampungnya upaya pembebasan lahan untuk infrastruktur tol tersebut. Akibatnya, pengerjaan proyek pun mandek. Badan jembatan overpass masih tak berubah, menyerupai gawang sepak bola. Belum ada tambahan pembangunan. Hanya, sejumlah tanah uruk ditumpahkan di kawasan overpass. ‘’Beberapa waktu lalu sudah ada petugas proyek yang ke sini. Sudah mengeruk sebagian tanah yang sudah bebas, tapi diminta pergi warga karena masih banyak rumah dan tanah yang belum dibebaskan,’’ ujar Samiyem.

Terpisah, Staf Proyek Tol Ngawi-Mantingan Prio Hartono membantah proyek overpass Kedungharjo I terhenti pekerjaannya. Pihaknya tetap melakukan pekerjaan meski baru di titik yang status pembebasan lahannya sudah klir. Setidaknya dengan menempatkan tanah uruk di kawasan overpass. Terkait pembebasan lahan, Prio menyebut pihaknya tidak memiliki wewenang dalam hal itu. ‘’Tugas kami mengerjakan proyek. Itu pun kalau pembebasan lahannya sudah selesai. Sementara ini kami berusaha memaksimalkan waktu yang ada mengejar ketertinggalan proyek. Ya, mengerjakan pekerjaan yang kecil-kecil yang bisa ditangani dulu,’’ ujar Prio. (mg8/c1/fin)

 

NGAWI – Beberapa warga di Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, mengeluhkan sesak napas. Kini, setiap harinya udara di lingkungan proyek overpass tol Ngawi-Mantingan itu diselimuti debu. Terlebih, mereka yang masih tinggal di permukiman terdampak megaproyek nasional tersebut. Sementara progres pembebasan lahan tak kunjung tuntas hingga sekarang. ‘’Debunya banyak yang masuk rumah, sesak napas jadinya,’’ kata Samiyem, warga setempat yang rumahnya tepat di ujung selatan overpass Kedungharjo I.

Debu dari tanah uruk overpass seketika mengepul berhamburan ketika dilintasi kendaraan. Tak pelak, rumah Samiyem yang berada di pinggir jalan langsung terimbas. Debu-debu langsung masuk ke rumahnya. Selain menyebabkan kotor, dia juga kerap didera sesak napas akibat debu yang berhamburan kelewat banyak. Upaya menyirami dengan air hanya memberi dampak sesaat lantaran musim kemarau dibarengi angin kencang. Belakangan, Samiyem pilih menutup pintu rumahnya rapat-rapat. Setidaknya, debu sedikit terhalang dan tidak masuk rumah secara langsung. ‘’Baju jadi kotor kalau toko dibuka, pengunjung juga sepi,” tuturnya.

Samiyem beserta keluarganya kini hanya bisa gigit jari. Salah satu warga terdampak infrastruktur tol Ngawi-Mantingan ini tak bisa berbuat banyak. Posisi rumahnya kini belum jelas. Apakah bakal dilindas overpass tol atau tidak. Hingga sekarang belum ada persetujuan pasti terkait harga ganti rugi tanah plus bangunan tersebut. Dia berharap agar semuanya lekas diperjelas. ”Kalau memang kena tol, mbok ya cepat diurusi segala sesuatunya. Orang kecil seperti kami ini yang kena getahnya,’’ keluh Samiyem.

Baca Juga :  Dita Ningtyas Rasakan Kram Perut usai Berkeliling TPS

Diketahui, overpass Kedungharjo I bermasalah. Yakni, tak kunjung rampungnya upaya pembebasan lahan untuk infrastruktur tol tersebut. Akibatnya, pengerjaan proyek pun mandek. Badan jembatan overpass masih tak berubah, menyerupai gawang sepak bola. Belum ada tambahan pembangunan. Hanya, sejumlah tanah uruk ditumpahkan di kawasan overpass. ‘’Beberapa waktu lalu sudah ada petugas proyek yang ke sini. Sudah mengeruk sebagian tanah yang sudah bebas, tapi diminta pergi warga karena masih banyak rumah dan tanah yang belum dibebaskan,’’ ujar Samiyem.

Terpisah, Staf Proyek Tol Ngawi-Mantingan Prio Hartono membantah proyek overpass Kedungharjo I terhenti pekerjaannya. Pihaknya tetap melakukan pekerjaan meski baru di titik yang status pembebasan lahannya sudah klir. Setidaknya dengan menempatkan tanah uruk di kawasan overpass. Terkait pembebasan lahan, Prio menyebut pihaknya tidak memiliki wewenang dalam hal itu. ‘’Tugas kami mengerjakan proyek. Itu pun kalau pembebasan lahannya sudah selesai. Sementara ini kami berusaha memaksimalkan waktu yang ada mengejar ketertinggalan proyek. Ya, mengerjakan pekerjaan yang kecil-kecil yang bisa ditangani dulu,’’ ujar Prio. (mg8/c1/fin)

 

Artikel SebelumnyaTiga Mantan Napi Nyaleg
Artikel Selanjutnya 18 Desa Krisis Air Bersih

Most Read

Artikel Terbaru

/