alexametrics
24.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

UNBK SMP: Pilih Kerja, 29 Siswa Dipastikan Tidak Lulus

NGAWI – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP 2019 berakhir kemarin (25/4). Kendati hasil ujian baru diumumkan pada akhir Mei mendatang, puluhan siswa dipastikan tidak lulus. ‘’Ada 29 pelajar yang tidak ikut UNBK tahun ini karena berbagai alasan,’’ kata Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi Muh. Luluk Sodiki kemarin (25/4).

Luluk menjelaskan, awalnya para pelajar yang mengundurkan diri itu tidak masuk sekolah. Setelah beberapa hari tak muncul dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), pihak sekolah mendatangi rumah masing-masing. Belakangan diketahui mereka telah bekerja. ‘’Semuanya (29 pelajar, Red) yang mengundurkan diri itu sudah tercatat saat dilakukan pendataan peserta UNBK pada Agustus sampai Desember tahun lalu,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Regenerasi Milenial

Di sisi lain, tujuh pelajar dari tujuh SMP berbeda mesti ikut ujian susulan dengan berbagai penyebab. Ada yang tidak bisa ikut ujian lantaran sakit, ada juga yang sedang menjalani perawatan medis usai mengalami kecelakaan lalu lintas (laka lantas). ‘’Kebanyakan karena kecelakaan. Ujian susulan dijadwalkan 29-30 April nanti di sekolah masing-masing,’’ ujarnya.

Sementara, sejumlah kendala mewarnai ujian yang berlangsung selama empat hari sejak Senin lalu (22/4) itu. Mulai server pusat offline, token molor, server lokal ngadat, sampai insiden meteran listrik di salah satu sekolah penyelenggara UNBK njebluk. ‘’Itu akan menjadi bahan evaluasi kami untuk pelaksanaan ujian berikutnya,’’ pungkas Luluk. (den/isd)

NGAWI – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP 2019 berakhir kemarin (25/4). Kendati hasil ujian baru diumumkan pada akhir Mei mendatang, puluhan siswa dipastikan tidak lulus. ‘’Ada 29 pelajar yang tidak ikut UNBK tahun ini karena berbagai alasan,’’ kata Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi Muh. Luluk Sodiki kemarin (25/4).

Luluk menjelaskan, awalnya para pelajar yang mengundurkan diri itu tidak masuk sekolah. Setelah beberapa hari tak muncul dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), pihak sekolah mendatangi rumah masing-masing. Belakangan diketahui mereka telah bekerja. ‘’Semuanya (29 pelajar, Red) yang mengundurkan diri itu sudah tercatat saat dilakukan pendataan peserta UNBK pada Agustus sampai Desember tahun lalu,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Banjir Dua Hari, Rugi Materi Rp 8,8 Miliar

Di sisi lain, tujuh pelajar dari tujuh SMP berbeda mesti ikut ujian susulan dengan berbagai penyebab. Ada yang tidak bisa ikut ujian lantaran sakit, ada juga yang sedang menjalani perawatan medis usai mengalami kecelakaan lalu lintas (laka lantas). ‘’Kebanyakan karena kecelakaan. Ujian susulan dijadwalkan 29-30 April nanti di sekolah masing-masing,’’ ujarnya.

Sementara, sejumlah kendala mewarnai ujian yang berlangsung selama empat hari sejak Senin lalu (22/4) itu. Mulai server pusat offline, token molor, server lokal ngadat, sampai insiden meteran listrik di salah satu sekolah penyelenggara UNBK njebluk. ‘’Itu akan menjadi bahan evaluasi kami untuk pelaksanaan ujian berikutnya,’’ pungkas Luluk. (den/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/