Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadapi Lonjakan Harga Lebaran, Pemkab Ponorogo Gelar 11 Pasar Murah

S
Penulis: Sugeng Dwi N.❯

PANGAN MURAH: Warga menyerbu operasi pasar murah Pemkab Ponorogo sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok jelang Lebaran. DOK RADAR PONOROGO
PANGAN MURAH: Warga menyerbu operasi pasar murah Pemkab Ponorogo sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok jelang Lebaran. DOK RADAR PONOROGO


Advertisement

Jawa Pos Radar Ponorogo – Upaya meredam gejolak harga bahan pokok menjelang Lebaran mulai digencarkan Pemkab Ponorogo.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyiapkan 11 kali pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) selama periode Februari hingga Maret.

Kabag Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Ponorogo Rizky Wahyu Nugroho mengatakan intensitas pelaksanaan GPM ditingkatkan pada Maret karena beririsan langsung dengan puncak kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri.

Advertisement

’’Februari sudah berjalan, tetapi Maret akan lebih banyak karena mendekati lebaran,’’ ujarnya.

Lokasi GPM disebar di sejumlah wilayah secara bergantian agar masyarakat di berbagai kecamatan hingga desa mendapatkan akses bahan pokok dengan harga terjangkau.

Selain wilayah kota, Kecamatan Sukorejo dan Badegan menjadi prioritas pelaksanaan.

Advertisement

Program tersebut juga direncanakan dikolaborasikan dengan agenda Safari Ramadan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.

Menurut Rizky, langkah intervensi harga dilakukan bersamaan dengan pengawasan distribusi pangan guna menjaga stabilitas pasar.

’’Intervensi harga dan pengawasan distribusi berjalan bersamaan agar stabilitas tetap terjaga,’’ tegasnya.

Hingga akhir Februari, kondisi harga di pasar tradisional dinilai masih relatif terkendali.

Meski terjadi kenaikan pada beberapa komoditas, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.

Namun demikian, pemkab tetap meningkatkan kewaspadaan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional maupun swalayan.

’’Pengawasan ini untuk memastikan stok aman sekaligus mengantisipasi praktik penimbunan yang berpotensi memicu kelangkaan dan lonjakan harga,’’ tambahnya. (gen/kid)

Advertisement

Artikel Terkait

Gerakan Pangan Murah di Kota Madiun, Telur Rp 21 Ribu dan Beras Rp 11 Ribu per Kg

Gerakan Pangan Murah di Kota Madiun, Telur Rp 21 Ribu dan Beras Rp 11 Ribu per Kg

Gerakan Pangan Murah di Banjarejo, Kota Madiun, menawarkan beras Rp 11 ribu per kg, telur Rp 21 ribu per kg, dan cabai Rp 7 ribu per kemasan.

Harga Bahan Pokok di Pacitan Naik hingga 20 Persen, Pemprov Jatim Gelar Pangan Murah

Harga Bahan Pokok di Pacitan Naik hingga 20 Persen, Pemprov Jatim Gelar Pangan Murah

Harga bahan pokok di Pacitan naik hingga 20 persen. Pemprov Jatim menggelar pangan murah dengan menyediakan beras, minyak, dan telur.

Gerakan Pangan Murah Ponorogo, Beras SPHP Rp 57.500 dan Telur Rp 21 Ribu

Gerakan Pangan Murah Ponorogo, Beras SPHP Rp 57.500 dan Telur Rp 21 Ribu

Gerakan Pangan Murah Ponorogo menjual beras SPHP Rp 57.500 per 5 kg dan telur Rp 21 ribu per kg tanpa subsidi pemkab.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer