
Jawa Pos Radar Madiun – Kejaran capaian akademis dan pengakuan bakat sering kali menjadi fokus utama para pelajar dalam menuntut ilmu di sekolah.
Namun, tingginya prestasi intelektual bakal terasa hampa apabila tidak dibarengi dengan keluhuran budi pekerti serta kesantunan dalam bersikap.
Keseimbangan antara pencapaian lahiriah dan kedalaman karakter Islami tersebut diulas secara tajam oleh Silvia Risky Rahmadany pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Ponorogo, Kamis (15/10).
Baca Juga: Amany Dzikra'atul Sentil Kebiasaan Asyik Bermedia Sosial hingga Lupa Malaikat Raqib dan Atid
Tampil mantap di panggung Pendapa Agung Kabupaten Ponorogo mewakili MTs Darul Huda, Silvia membawakan materi bertajuk "Akhlak Mulia, Prestasi Gemilang: Menjadi Remaja Islami yang Inspiratif di Era Digital".
Di hadapan dewan juri serta puluhan pasang mata audiens, ia menekankan bahwa kesuksesan sejati seorang pelajar diukur dari kemuliaan perilakunya sehari-hari.
"Prestasi yang gemilang tidak akan pernah lengkap tanpa ditopang oleh akhlak yang baik. Untuk memiliki akhlak yang mulia, Rasulullah SAW adalah teladan terbaik yang wajib kita ikuti," ujar Silvia. (*)



