
Jawa Pos Radar Ponorogo – Surplus produksi beras di Ponorogo mulai diarahkan untuk membuka pasar antardaerah. Pemkab Ponorogo membidik Kota Ambon, Maluku, sebagai salah satu tujuan pemasaran beras lokal.
Penjajakan perdagangan tersebut memanfaatkan hubungan kerja sama seni dan budaya kedua daerah.
Tawaran itu disampaikan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat bertemu Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena dalam kunjungannya ke Ambon.
Meski demikian, pembicaraan kedua kepala daerah belum menghasilkan kesepakatan perdagangan beras. Peluang pemasaran komoditas pangan tersebut masih dalam tahap penjajakan.
Lisdyarita mengatakan, Ponorogo dan Ambon memiliki kesamaan dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya. Keduanya tergabung dalam jaringan kota kreatif UNESCO atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN).
Selain itu, masing-masing daerah memiliki festival yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
‘’Ponorogo dan Ambon sama-sama tergabung dalam UNESCO Creative Cities Network, sama-sama punya festival dalam KEN (Karisma Event Nusantara) 2026,’’ terang Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Rita, Minggu (1/11).
Ponorogo memiliki Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP). Sementara Ambon mengandalkan Amboina International Music Fest (AIMF).
Kesamaan tersebut menjadi salah satu dasar pembicaraan pengembangan hubungan antardaerah, termasuk membuka peluang kerja sama ekonomi.
Dalam kunjungannya, Lisdyarita turut menyaksikan penyelenggaraan AIMF di Lapangan Merdeka Ambon.



