PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Trenggalek bakal rajin terjun ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Ponorogo sepekan sekali. Mereka melakukan tes urin terhadap petugas dan penghuni hotel prodeo tersebut. Upaya tersebut dalam rangka memerangi praktik peredaran narkotika di rutan setempat.
Kemarin (30/5), petugas BNN Trenggalek melakukan uji sampel terhadap sepuluh petugas dan 27 narapidana (napi). Hasilnya, tes urin secara acak itu dinyatakan terbebas dari obat-obatan terlarang alias negatif. Kendati demikian, petugas BNN Trenggalek tidak akan menyerah begitu saja. Mereka bakal kembali melakukan tes acak lanjutan pekan depan.
‘’Mengantisipasi adanya peredaran narkoba di rutan atau lapas. Perdana Ponorogo, selanjutnya wilayah kerja kami Pacitan dan Trenggalek,’’ kata Plt Kepala BNN Trenggalek Wahjudi.
Wahjudi menambahkan, jika ada temuan positif dari hasil pemeriksaan selanjutnya bakal dilakukan assessment medis maupun hukum. Assessment medis untuk mengetahui tingkat ketergantungan napi maupun petugas memakai obat-obatan terlarang. Termasuk tingkat keparahan dampak dari penggunaan barang haram tersebut.
‘’Assessment hukum untuk menelisik bagaimana cara mendapat barang itu, jaringan dari mana, seberapa besar, dan lain-lain terkait dengan hukum,’’ terangnya.
Wahjudi menegaskan bahwa seluruh jenis napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif) haram beredar di rutan maupun lapas. Upaya pemeriksaan secara berkala tersebut dalam rangka mencegah jaringan peredaran ‘serbuk haram’ di lapas.
‘’Ponorogo termasuk cukup baik dibanding kota-kota besar. Maka jangan sampai jaringan itu masuk ke sini,’’ ujarnya.
Kepala Rutan Kelas II B Ponorogo menegaskan bahwa upaya pemeriksaan dalam rangka mewujudkan rutan zero narkotika. Jika ada hasil positif dari pemeriksaan, Agus menyatakan tahapan selanjutnya bakal diproses sebagaimana peraturan yang berlaku.
Pun pihaknya menyerahkan sepenuhnya temuan tersebut ke BNN Trenggalek. ‘’Rutan di Ponorogo harus zero narkoba, ini komitmen kami. Tidak hanya napi, tapi juga petugas kami tes juga seminggu sekali,’’ kata Yanto. (gen/kid)
Editor : Hengky Ristanto