Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Minat Baca Turun, Kunjungan Perpusda Susut, Dinas Perpusip Berharap Purpustakaan Keliling Dimaksimalkan 

Budhi Prasetya • Minggu, 28 Januari 2024 | 20:00 WIB

 

JENDELA DUNIA: Sejumlah anak-anak antusias membaca di perpusda kemarin (26/1).
JENDELA DUNIA: Sejumlah anak-anak antusias membaca di perpusda kemarin (26/1).
 

PONOROGOJawa Pos Radar Madiun - Minat baca warga Ponorogo diklaim turun, namun tidak terlalu banyak. 

Hasil survei Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Ponorogo tahun 2023 menunjukkan indeks tingkat kegemaran membaca (TKM) di angka 58,7. 

Jumlah itu turun jika dibanding tahun sebelumnya yang mencapai angka 60 atau berkategori sedang.

Baca Juga: Perpusda Madiun Kekurangan Anggaran untuk Tambah Koleksi Buku, Setahun Hanya Dijatah Segini

TKM tersebut merupakan hasil survei yang dilakukan petugas perpusip setempat terhadap responden yang terdiri dari berbagai kalangan masyarakat di kabupaten Ponorogo.

Responden yang dipilih secara acak tersebut tersebar di berbagai titik di Bumi Reog.

"Salah satu faktornya, kami rasa karena gempuran gadget dan media sosial,’’ kata Agus Sri Wahyuni, Kabid Layanan Informasi Perpustakaan dan Layanan Kearsipan Perspusip Ponorogo.

Baca Juga: Tiga Punggawa Tahun 1997 Lalu, FLP Ponorogo Konsisten Lahirkan Deretan Karya dan Perkaya Dunia Literasi

Sri menyatakan, hasil survei tersebut berbanding lurus dengan kunjungan perpustakaan daerah (perpusda).

Pada 2023 ini, tercatat 5.193 pengunjung. Menurun dibanding 2022 lalu yakni 8.697 kunjungan.

Penurunan pengunjung perpusda mencapai 3.504 orang selama setahun.

Baca Juga: Angka Kunjungan Perpusda Madiun Naik 72 Persen, Kian Banyak Pelajar Rajin Membaca?

"Ada juga faktor kunjungan luar perpustakaan pada 2023 ini yang dikurangi dari tahun sebelumnya,’’ ungkapnya.

Sri mencatat, perpustakaan keliling menjangkau 80 titik 2022 lalu. Mulai, sekolah, pusat kegiatan masyarakat, hingga kawasan wisata.

Sementara di 2023 hanya sepuluh titik saja. Sri mengklaim pengurangan itu menyesuaikan keterbatasan anggaran.

"Padahal anak-anak yang kami kunjungi seperti sekolah itu antusias sekali dengan kedatangan kami. Jadi sayang sebenarnya program ini jika tidak diteruskan,’’ katanya sembari menyebut anggaran perpustakaan keliling 2024 serupa 2023.

Meski ditekan beragam kendala, Sri mengatakan bakal mengoptimalkan layanan perpustakaan. Seperti kerja sama dengan sekolah-sekolah Ponorogo, hingga sosialisasi.

"Walaupun dengan segala keterbatasan, kami tetap berusaha semaksimal mungkin memberikan layanan baca ke masyarakat,’’ pungkasnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#perpusda #minat baca #perpustakaan keliling #ponorogo