Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sosok Buron Sabu 2 Ton Dewi Astutik Misterius, Kanwil Dirjen Imigrasi Jatim Gelar Rapat Tim Pengawas Orang Asing

Sugeng Dwi N. • Jumat, 30 Mei 2025 | 22:55 WIB
Tempat tinggal Dewi Astutik di Desa/Kecamatan Balong, Ponorogo.
Tempat tinggal Dewi Astutik di Desa/Kecamatan Balong, Ponorogo.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Identitas Dewi Astutik (DA), warga Ponorogo yang disebut menjadi otak jaringan narkoba masih misterius.

Sebagaimana diketahui, namanya disebut usai upaya penyelundupan dua ton sabu-sabu di perairan Kepulauan Kepri, beberapa waktu digagalkan oleh BNN dan aparat gabungan.

Sontak nama Dewi Astutik menjadi buah bibir. Berdasarkan informasi, ia dikabarkan tercatat sebagai warga RT 01 RW 01,  Dusun Sumber Agung, Desa/Kec. Balong, Ponorogo.

Hasil penelusuran tim redaksi Jawa Pos Radar Madiun ke alamat sesuai KTP yang beredar di media sosial tersebut, tidak ada warga yang mengenali nama Dewi Astutik.

Sri Wahyuni, warga setempat, mengaku jika foto yang dilihatnya mirip dengan tetangganya yang berangkat menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) ke Kamboja sekitar sepuluh tahun belakangan.

“Kurang ingat namanya karena lama tidak pulang (dari Kamboja, Red), tapi mirip,’’ kata Sri, Selasa 27 Mei 2025.

Hal hampir senada diungkapkan oleh Gunawan, Kepala Dusun (Kasun) Sumber Agung, desa setempat.

Ia menuturkan, sejak menjabat tahun 2003 lalu, dirinya mengaku tak pernah mendengar ada warganya bernama Dewi Astutik.

“Saya sudah kasun sejak 2003, tapi tidak ada yang namanya Dewi Astutik. Memang benar alamat yang tertera di KTP itu ada di sini,’’ kata Gunawan.

Terkait data warga yang bekerja di luar negeri dan keberadaan orang asing di Ponorogo itu memantik perhatian Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur.

Mereka terlihat melakukan kegiatan di Bumi Reog hari Rabu 28 Mei 2025 lalu.

Rapat tim pengawas orang asing digelar guna memantau ketat keluar masuk orang asing ke Ponorogo pun digelar.

“Selain mereka yang bekerja ke luar negeri, kami juga melakukan pengawasan orang asing di Indonesia,’’ kata Kakanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur Novianto Sulastono usai memimpin rapat.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo Happy Reza Dipayuda menegaskan bahwa keberadaan Dewi Astutik menjadi atensi.

Pamit menjadi PMI ke Kamboja, diduga izin tersebut hanyalah kedok semata. Justru menjadi kaki tangan peredaraan narkoba.

“Memang diindikasi TKI, imigrasi sudah bekerja sama dengan BNN untuk masalah ini,’’ kata Happy.  

Disinggung terkait legalitas PMI ke Kamboja sepuluh tahun lalu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo Happy Reza Dipayuda mengklaim pihaknya tidak pernah memproses paspor atas nama Dewi Astutik.

"Tidak ditertibkan di Ponorogo paspornya (Dewi Astutik, Red),’’ kata Happy.

Happy menambahkan, pengawasan dan penerbitan izin dilakukan dengan prosedur ketat.

Sepanjang 2024 misalnya, pihaknya menolak 230 permohonan penerbitan paspor. Pertimbangannya, ditemukan indikasi tidak sesuai identitas, penempatan hingga masalah lainnya.

“Terindikasi TPPO (tindak pidana perdagangan organ) dan TPPM (tindak pidana perdagangan manusia) kami tangguhkan,’’ tegasnya. (gen/kid)

Editor : Budhi Prasetya
#sabu #buron #Paspor #kantor imigrasi #BNN #Dewi astutik #pmi #ponorogo